NEWSTICKER
Ilustrasi ASN. MI/Ramdani
Ilustrasi ASN. MI/Ramdani

Netralitas ASN Paling Rawan di Pilkada 2020

Nasional pilkada serentak
Sri Yanti Nainggolan • 25 Februari 2020 14:34
Jakarta: Netralitas aparatur sipil negara (ASN) mendapat perhatian khusus di Pilkada serentak 2020. Khususnya di wilayah-wilayah dengan peserta calon petahana.
 
"Ini isu yang paling meriah di antara indikator yang kita cek di lapangan," ujar anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) M Afifudin dalam konferensi pers Indek Kerawanan Pemilu (IKP), Selasa, 25 Februari 2020.
 
Tidak netralnya ASN bisa dengan memfasilitasi kampanye yang cenderung mendukung calon petahana. Petahana memberikan instruksi menggalang massa dan dukungan lewat bawahannya para ASN.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kerawanan berikutnya terkait politik transaksional antara yang dilakukan tim kampanye maupun tim sukses pasangan calon. Lazim terjadi, kata Afif, adanya mahar politik antara calon dan partai politik pengusungnya.
 
Netralitas ASN Paling Rawan di Pilkada 2020
Peluncuran Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) Pilkada 2020. Foto: Medcom.id/ Sri Yanti Nainggolan
 
Selanjutnya, penggunaan media sosial pun dianggap rawan menimbulkan konflik pilkada. Terutama konten-konten penyebaran kampanye hitam yang patut diwaspadai penyelenggara pilkada.
 
"Kalau dalam pemilu serentak terakhir (2018), angka IKP tinggi pada pemanfaatan media sosial sebagai ajang kampanye negatif, yaitu ujaran kebencian dan hoaks," terang dia.
 
IKP tahun 2020 berkiblat pada pengalaman pemilu serentak pada tahun-tahun sebelumnya. Tujuan IKP sebagai bahan evaluasi untuk penyelenggaraan pilkada ke depan.
 
"Bukan menilai masa lalu saja tapi juga pengingat pada praktek buruk masa lalu agar tidak terjadi lagi," imbuh dia.
 

(WHS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif