Ketua DPP Partai NasDem Zulfan Lindan
Ketua DPP Partai NasDem Zulfan Lindan

Sikap Politik NasDem di Parlemen Tak Melulu Bela Pemerintah

Nasional partai nasdem
Annisa ayu artanti • 31 Oktober 2019 06:56
Jakarta: Partai NasDem dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyatakan sikap politik di parlemen terhadap pemerintahan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin akan bergantung dengan isu yang digulirkan.
 
Ketua DPP Partai NasDem Zulfan Lindan mengatakan, jika kebijakan yang dikeluarkan pemerintah bertentangan dan merugikan bangsa pasti NasDem akan menolaknya. Hal itu ditegaskannya meskipun NasDem merupakan partai koalisi pemerintah.
 
"Konstelasi politik di parlemen itu kan bergantung kepada isu. Enggak bisa kita melihat bahwa dari awal kita dan sudah menentukan sikap terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah," kata Zulfan dalam acara Prime Talk Metro TV, Jakarta, Rabu, 30 Oktober 2019

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meskipun dalam pemerintahan Jokowi telah mengantongi lima partai yang dianggapnya sejalan, menurut Zulfan, belum tentu partai-partai tersebut akan seirama di parlemen.
 
Apalagi saat ini masih banyak Undang-Undang yang belum selesai dan tengah digodok. Dalam kondisi ini, Zulfan mengartikan masih ada perbedaan pandangan antara parlemen dan pemerintahan sehingga produk hukum tersebut belum juga rampung.
 
"Makannya saya kira uniknya sistem politik kita, bahwa DPR tidak selalu sejalan dengan koalisi yang ada dalam pemerintahan presiden," ucap Zulfan.
 
Sementara itu Ketua Departemen Politik PKS Pipin Sopian mengatakan partainya tetap pada prinsip awal yaitu menjadi oposisi dan siap mengkritisi pemerintah.
 
Namun ketika ada isu yang dianggap penting untuk disuarakan bisa saja dia mengajak partai-partai lain untuk bergabung menyuarakan hal tersebut demi kepentingan rakyat.
 
"Kami akan mengajak semua komponen dan pada hakikatnya meski kami sedikit, minoritas sebagai oposisi, tapi kami bisa mengajak partai lain," kata Pipin.
 
Ia mengatakan salah satu isu yang diangkat PKS adalah pembuatan SIM seumur hidup. PKS menganggap hal ini penting karena PKS menilai selama ini pemerintah hanya membuat insentif untuk kalangan atas.
 
Adanya SIM seumur hidup dinilai akan menjadikan insnetif bagi kalangan bawah, khususnya masyarakat yang hanya memiliki motor.
 
"Misalnya dalam isu SIM seumur hidup, ini kan dibutuhkan oleh masyarakat. Kami akan ajak nanti NasDem semua partai mendukung. Bisa saja pada posisi itu kami bergandengan tangan. Tapi sikap kami tetap kritis sebagai oposisi," tukas Pipin.
 

(SCI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif