Presiden Joko Widodo. MI/Ramdani
Presiden Joko Widodo. MI/Ramdani

Jokowi Janji Berikan Konsesi Lahan ke Rakyat NTT

Nasional presiden jokowi
Damar Iradat • 21 Mei 2019 01:52
Belu: Presiden Joko Widodo berjanji bakal memberikan ribuan konsesi lahan ke rakyat Nusa Tenggara Timur (NTT). Pasalnya, masih terdapat sekitar ribuan hektare lahan yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan garam di wilayah Kupang, NTT.
 
Menurut Jokowi, lahan tersebut sudah berpuluh tahun tak dimanfaatkan dengan serius. Oleh karena itu, Kepala Negara sudah meminta Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil agar lahan tersebut dibikin sertifikat dan diserahkan kepada rakyat.
 
"Saya telepon langsung saat itu menteri BPN, untuk segera dibuatkan sertifikat. Serahkan pada rakyat, rakyat akan kita bimbing untuk bekerja itu," kata Jokowi saat meresmikan Bendungan Rotiklot, Belu, NTT, Senin, 20 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mantan Gubernur DKI Jakarta itu memerintahkan agar setiap konsesi lahan yang dipegang perusahaan swasta dan tak digarap secara produktif agar segera diberikan kepada rakyat. Jokowi menginginkan lahan-lahan menganggur itu digarap oleh rakyat agar produktif.
 
Ia melanjutkan, pada saat panen garam di Kupang sekitar Agustus 2019, pemerintah juga akan sekaligus menyerahkan sertifikat lahan tersebut kepada masyarakat. Namun, Jokowi tak menyebut berapa luas lahan yang akan diserahkan untuk produksi garam itu.
 
"Kita panen garam sekaligus nanti akan saya serahkan sertifikatnya pada masyarakat, pada rakyat, biar lahan-lahan itu produktif," tuturnya.
 
Dalam kesempatan itu, Jokowi mengaku mendapat laporan dari Gubernur NTT Viktor B. Laiskodat jika satu orang yang menggarap lahan untuk produksi garam bisa menghasilkan Rp15 juta dalam sebulan.
Oleh karena itu, ia meyakini, jika lahan tersebut digarap secara serius, kesejahteraan rakyat NTT bakal meningkat.
 
Di sisi lain, Jokowi mengaku sudah tak memiliki beban dalam mengambil keputusan untuk kepentingan rakyat. Dengan tegas, ia berjanji menyelesaikan masalah yang ada di depan mata.
 
"Kalau untuk rakyat, untuk masyarakat kita selesaikan. Saya sekarang enggak ada beban apa-apa kok. Mau putusin apa ayo, tak putusin sini, asal untuk rakyat, untuk negara saya putusin," pungkasnya.
 

(AGA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif