Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid. Foto: Medcom.id/Sri Yanti Nainggolan
Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid. Foto: Medcom.id/Sri Yanti Nainggolan

PKS Sebut FPI Beda dengan HTI

Nasional fpi
Arga sumantri • 29 November 2019 15:52
Jakarta: Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid menyebut diksi Khilafah Islamiah dalam visi dan misi organisasi Front Pembela Islam (FPI) tidak dipermasalahkan Kementerian Agama. Pengertian khilafah FPI disebut berbeda dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).
 
"FPI bukan HTI, dan khilafahnya maknanya berbeda dengan yang dipahami oleh HTI," kata Hidayat di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat, 29 November 2019.
 
Hidayat mengatakan Menteri Agama Fachrul Razi sudah menilai kalau FPI komitmen menerima Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Beda dengan HTI yang menolak kedua ideologi dasar negara tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Yang diberi dalam tanda kutip kewenangan untuk mengkaji lebih detail kan Menag. Dan Menag kan sudah menyimpulkan bahwa HTI dan FPI tidak sama," ujarnya.
 
Menurut Hidayat, atas dasar kajian itulah Menag merekomendasikan perpanjangan izin FPI. Hidayat menilai Menag sudah punya penilaian tersendiri terhadap paham khilafah yang ada di anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) FPI.
 
"Itu artinya khilafah sudah dikontekstualisasikan dalam pemaknaan yang ada di Indonesia. Kemudian dinilai supaya tidak bertentangan dengan sistem hukum yang ada," ujarnya.
 
Menag Fachrul merekomendasikan perpanjangan izin FPI. Rekomendasi itu telah disampaikan kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
 
Namun, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian masih belum memutuskan memperpanjang izin FPI. Tito masih mempersoalkan visi misi dalam Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) FPI.
 
Situs resmi Kemendagri menunjukkan izin ormas FPI ditandai dengan nomor SKT 01-00-00/010/D.III.4/VI/2014. Masa berlaku SKT tersebut 20 Juni 2014 hingga 20 Juni 2019.
 

(WHS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif