Gedung DPR di Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Foto: MI/Bary Fathahilah
Gedung DPR di Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Foto: MI/Bary Fathahilah

Korupsi Minyak Goreng, DPR Panggil Mendag di Tengah Reses

Nasional kasus korupsi Kementerian Perdagangan Kejaksaan Agung Pemberantasan Korupsi DPR RI Korupsi Minyak Goreng
Putra Ananda • 22 April 2022 16:27
Jakarta: DPR berencana memanggil Menteri Perdagangan (Mendag) M Lutfi di tengah masa reses. Pemanggilan Lutfi terkait penetapan empat tersangka kasus dugaan korupsi izin ekspor crude palm oil (CPO) yang menjerat Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Luar Negerei Kementerian Perdagangan (Kemendag) Indrasari Wisnu Wardhana.
 
"Insyaallah saya dapat laporannya mungkin minggu depan sebelum lebaran akan ada rapat dengan Mendag di masa reses," kata Ketua DPR Puan Maharani di Kompleks Parlemen Senanyan, Jakarta, Jumat, 22 April 2022.
 
Puan menjelaskan Komisi VI merupakan alat kelengkapan dewan (AKD) yang akan memanggil Mendag untuk dimintai penjelasannya terkait polemik minyak goreng. Pemanggilan Mendag itu dijadwalkan pada Senin, 25 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tentu saja untuk menanyakan permasalahan carut marut kelangkaan minyak goreng dan masalah internal yang terjadi kenapa kemudian bisa terjadi hal seperti ini, dengan komisi yang terkait," tegas Puan.
 
Puan mendukung penuh Kejaksaan Agung (Kejagung) mengusut tuntas pihak yang terlibat dalam rasuah minyak goreng tersebut. Dia meminta Kejagung mendalami adanya keterlibatan pihak lain atas kasus kelangkaan minyak goreng tersebut.
 
"Kita tentu saja mendukung proses hukum yang sekarang ini sudah atau akan berlangsung. Tentu saja saya minta supaya kejaksaan atau penegak hukum bisa mengusut oknum-oknum atau pihak-pihak yang memang terlibat dalam proses atau hal-hal yang ada di lapangan sehingga terjadinya kelangkaaan minyak goreng yang kemudian mengakibatkan masyarakat dirugikan," kata Puan.
 
Kejagung menetapkan empat tersangka dalam kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas ekspor CPO. Salah satu tersangka merupakan Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag, IWW.
 
Baca: Kejagung Geledah 10 Lokasi Terkait Korupsi Minyak Goreng
 
IWW telah menerbitkan izin ekspor CPO terhadap beberapa perusahaan. Perusahaan tersebut ialah Permata Hijau Group, Wilmar Nabati Indonesia, Multimas Nabati Asahan, dan Musim Mas.
 
Keempat tersangka dikenakan Pasal 2 atau Pasal 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Pasal 54 ayat (1) huruf a dan ayat (2) huruf a, b, e, dan f Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan/atau Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 129 juncto Nomor 170 Tahun 2022 tentang Penetapan Jumlah untuk Distribusi Kebutuhan Dalam Negeri dan Harga Penjualan di Dalam Negeri.
 
Kemudian, ketentuan Bab 2 huruf a angka 1 huruf b jo bab 2 huruf c angka 4 huruf c Peraturan Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Nomor 02 DAGLU per 1 2022 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kebijakan dan Pengaturan Ekspor CPO.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif