Sandi Diminta Buka-bukaan soal Isu Mahar Politik

Whisnu Mardiansyah 15 Agustus 2018 01:37 WIB
pilpres 2019Prabowo-Sandi
Sandi Diminta Buka-bukaan soal Isu Mahar Politik
Politikus PKB, Farhat Abbas. Foto: Medcom.id/Whisnu Mardiansyah
Jakarta: Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Farhat Abbas meminta bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno mengklarifikasi lengkap soal isu mahar politik. Sandiaga juga disarankan menempuh jalur hukum.

"Masalah itu ada komunikasi langsung atau ada bukti itu serahkan. Laporkan Andi Arief (Wasekjen Demokrat) kalau tidak benar. Tapi misalnya Andi Arief benar, nah laporkan Sandiaga," kata Farhat dalam diskusi di kawasan Jakarta Selatan, Selasa, 14 Agustus 2018.

Menurut Farhat isu mahar politik ini semakin menjadi bola liar. Jika nanti terbukti benar, kata dia, Sandi barang tentu terancam sanksi.


"Disini akan ada sanksi, diskualifikasi, bisa diganti cawapres. Bisa juga parpol pengusung itu dibubarkan kalau menggunakan politik uang dan politik mahar," ucap pria yang juga masuk daftar juru bicara koalisi Joko Widodo-Ma'ruf Amin itu.

Isu mahar politik mencuat dari Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief. Dia menuding ada transaksi di balik penetapan Sandi sebagai cawapres Prabowo. Lebih spesifik, Andi menyebut Sandi telah menyerahkan uang Rp500 miliar masing-masing untuk PKS dan PAN agar merestuinya mendampingi Prabowo.

Menurut Andi Arief, kesepakatan mengenai mahar ini dibeberkan tim kecil dalam konsolidasi bersama pada Selasa, 8 Agustus 2018. Saat itu, Demokrat meminta penjelasan soal nama Sandi yang muncul dalam bursa cawapres Prabowo. Sebab, nama Sandi boleh dibilang mendadak muncul.

Sementara itu, Sandi sebenarnya telah memastikan tak ada mahar untuk kepada PKS dan PAN untuk kampanye. "Kita bisa pastikan itu tidak benar. Tidak benar mahar, karena semuanya harus sesuai undang-undang," kata Sandi.



(AGA)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id