Bamsoet: Golkar Berdoa Airlangga jadi Cawapres Jokowi

Husen Miftahudin 11 Juli 2018 15:51 WIB
pilpres 2019
Bamsoet: Golkar Berdoa Airlangga jadi Cawapres Jokowi
Wakil Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar Bambang Soesatyo - MI/Susanto.
Jakarta: Partai Golkar memastikan mendukung Joko Widodo di Pilpres 2019. Soal cawapres, partai berlambang pohon beringin itu berharap Jokowi memilih Airlangga Hartarto.

"Doa Partai Golkar adalah supaya wakilnya (Jokowi) Pak Airlangga," ungkap Wakil Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 11 Juli 2018.

Meski demikian, Ketua DPR RI itu menyebut, partainya tak mempermasalahkan bila akhirnya Airlangga tak dipilih Jokowi sebagai pendampingnya. Golkar tetap konsisten mendukung Jokowi untuk kembali meraih kursi RI1.


"Tapi semua kembali kepada Pak Jokowi untuk memilih. Yang pasti Golkar tetap konsisten mendukung Pak Jokowi dengan atau tanpa kita sebagai wapresnya," imbuh dia. 

Meski demikian, Golkar tetap mempercayakan Jokowi sepenuhnya untuk memilih pendamping. Termasuk, bila akhirnya Jokowi memilih wakil dari luar partai. 

(Baca juga: Gestur Jokowi Dinilai Menunjukkan Cawapresnya)

"Kita mendukung sepenuhnya kepada Pak Jokowi untuk menentukan siapa yang akan mendampinginya. Karena hanya beliau yang tahu siapa yang bisa mendampingi beliau lima tahun ke depan," beber Bamsoet.

Sebelumnya, Wasekjen PDIP Ahmad Basarah mengaku kandidat cawapres Jokowi berasal dari semua kalangan. Baik dari kalangan internal PDI Perjuangan, partai koalisi, profesional hingga tokoh agama.

Dari kalangan internal PDI Perjuangan, ada nama Puan Maharani. Selain Puan, ada juga nama Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PPP Romahurmuziy, dan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto.

Sementara, kandidat potensial dari luar PDI Perjuangan dan parpol koalisi adalah Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi. Ada pula nama mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsudin, mantan Menko Maritim Rizal Ramli, Kepala Staf Presiden Moeldoko, hingga Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan.

"Saya yakin Pak Jokowi tahu bagaimana memainkan bidak-bidak catur yang sekarang sudah mulai berproses," ungkap Basarah.

 




(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id