Pemerintah Diminta Proaktif Sosialisasikan Pemahaman Pancasila

Sunnaholomi Halakrispen 06 Juni 2018 19:24 WIB
pancasila
Pemerintah Diminta Proaktif Sosialisasikan Pemahaman Pancasila
Suasana diskusi di Kantor Populi Center, Jalan Letjen S. Parman Kav. 5-6, Kompleks Mandiri Blok O, No. 12, Slipi, Rabu, 6 Juni 2018.
Jakarta: Berbagai persoalan tengah dihadapi Indonesia. Hal ini dianggap lantaran pemahaman pancasila yang berbeda-beda.

"Dalam kesadaran kolektif bangsa Indonesia, (pancasila) tetap ada. Tapi tematisasinya tidak diartikulasikan lagi dan bagaimana pun negara sebagai unsur kekuatan yang sangat penting untuk sosialisasi," ujar Pengajar Filsafat di STF Driyarkara, Fransisco Budi Hardiman di Kantor Populi Center, Jalan Letjen S. Parman Kav. 5-6, Kompleks Mandiri Blok O, No. 12, Slipi, Rabu, 6 Juni 2018.

Baca: Memperkokoh Pancasila Pembangunan Karakter Bangsa


Pemerintah sebaiknya dapat bersikap lebih proaktif, mensosialisasikan pemahaman pancasila. Hal tersebut agar konsep pemikiran atau paradigma terhadap pancasila dapat satu pemahaman.

"Sehingga masyarakat juga berpikir dengan paradigma pancasila, mengartikulasikan paradigma pancasila yang ada dalam kesadaran kolektif mereka," imbuhnya.



Pentingnya penekanan pemahaman akan pancasila kepada masyarakat dinilai sebagai suatu hal yang wajib. Budi menyarankan adanya sosialisasi hingga pola asuh terkait nilai-nilai pancasila yang tepat.

Pola asuh tersebut, kata Budi, diterapkan di dalam keluarga, sekolah, dan institusi yang ada di tengah masyarakat Indonesia. Bahkan, termasuk dalam pendidikan informal seperti yang pernah terjadi di masa lalu dan dengan metode yang tepat.

"Metodenya harus buttom up bukan top buttom. Lebih induktif bukan deduktif, sehingga warisan-warisan tradisi lokal, kebijaksanaan lokal yang ada di Indonesia itu bisa berkontribusi terhadap penghayatan pancasila," pungkasnya. 



(YDH)