Presiden Joko Widodo dan tujuh staf khusus baru dari kalangan milenial. Foto: Medcom.id/Damar Iradat
Presiden Joko Widodo dan tujuh staf khusus baru dari kalangan milenial. Foto: Medcom.id/Damar Iradat

Stafsus Milenial Bekerja 24 Jam Sehari untuk Jokowi

Nasional Kabinet Jokowi-Maruf
Damar Iradat • 23 November 2019 06:50
Jakarta: Staf khusus (stafsus) presiden dari kalangan milenial disebut tetap bekerja setiap hari untuk Presiden Joko Widodo. Meski tidak perlu ke Istana Kepresidenan setiap hari, mereka dapat berkomunikasi langsung dengan Jokowi.
 
Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman mengatakan, para stafsus milenial ini tetap bisa bekerja dari Istana Kepresidenan. Mereka juga akan dibantu oleh para asisten untuk melakukan pekerjaan sebagai stafsus.
 
"Mereka tetap bekerja di sini, kan dibantu oleh asisten, jadi setiap hari mereka bisa ada di sini dan setiap hari juga asistennya akan selalu memantau pekerjaannya," kata Fadjroel di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 22 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Fadjroel, para stafsus milenial itu bisa datang kapan saja menemui Presiden Jokowi jika dibutuhkan. Mereka, kata Fadjroel, juga akan bekerja sesuai dengan kapasitas masing-masing.
 
Selain itu, para stafsus milenial bisa berkomunikasi langsung dengan Presiden setiap saat. Mereka dapat memberikan masukan setiap waktu kepada Kepala Negara.
 
"Tidak perlu terlalu sering kesini juga, tapi bisa berikan nasihat langsung ke presiden setiap 1x24 jam," ujar dia.
 
Presiden Jokowi sebelumnya menyatakan jika para stafsus tidak sepenuhnya bekerja. Pasalnya, para stafsus milenial itu memiliki agenda lain di luar itu.
 
"Tidak harus ketemu, tapi minimal 1-2 minggu ketemu, tidak harus harian ketemu, tapi masukan setiap jam, setiap menit bisa saja," kata Jokowi saat memperkenalkan para stafsusnya, Kamis, 21 November 2019.
 
Jokowi sebelumnya mengenalkan tujuh stafsus baru dari kalangan milenial. Mereka yakni Direktur Utama Ruangguru Adamas Belvasyah Devara, CEO Creativepreneur Putri Indahsari Tanjung, CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra, perumus Gerakan Sabang Merauke Ayu Kartika Dewi, pendiri Yayasan Kitong Bisa Billy Mambrasar, CEO Thisable Enterprise Angkie Yudistia, dan mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Aminuddin Maruf.
 


 

(DMR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif