Ketua DPR Bambang Soesatyo. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo.
Ketua DPR Bambang Soesatyo. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo.

RUU Perlindungan Simbol Agama Sulit Dirampungkan Tahun Ini

Nasional ruu dpr
Arga sumantri • 14 Januari 2019 13:26
Jakarta: Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendorong undang-undang (RUU) perlindungan simbol keagamaan dan aktivitas pendakwah agama. Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyebut kecil peluang RUU itu menjadi target pembahasan tahun ini.
 
"Menurut saya peluangnya kecil, karena kita tinggal delapan bulan. Enggak sampai sembilan bulan bekerja," kata Bamsoet di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 14 Januari 2019.
 
Namun, kata Bamsoet, RUU tersebut kemungkinan bisa dimasukkan dalam Undang-undang yang ada saat ini. Misalnya, dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tergantung pada kajian akademisnya dan tergantung kepada panja (panitia kerja) atau pansus yang sedang berjalan," ujarnya.
 
Yang jelas, kata Bamsoet, DPR dan pemerintah selalu terbuka terhadap inisiasi undang-undang baru. Usulan UU bisa dimungkinkan dengan berbagai mekanisme.
 
"Apakah bisa berdiri sendiri atau dicantolkan ke UU yang sedang berjalan atau dibahas sekarang," ucap politikus Golkar itu.
 
Baca: PKS Dorong RUU Perlindungan Simbol Agama
 
PKS mendorong percepatan rancangan undang-undang (RUU) perlindungan simbol keagamaan dan aktivitas pendakwah agama. RUU itu dinilai penting untuk melindungi simbol-simbol agama dan melindungi aktivitas para pemuka agama.
 
"Saya kira perlindungan terhadap pendakwah agama dan simbol-simbol agama itu penting. Kita belajar dari kasus pembakaran bendera tauhid," kata Wakil Ketua Tim Pemenangan Pemilu PKS, Al Muzzammil Yusuf, Sabtu, 12 Januari 2019.
 

 

(FZN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif