Paslon Pilkada Diharap Tak Rusak Lebaran Dengan Politik Uang

Siti Yona Hukmana 12 Juni 2018 06:42 WIB
pilkada 2018
Paslon Pilkada Diharap Tak Rusak Lebaran Dengan Politik Uang
Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Pramono Ubaid Tanthowi di kantornya, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 11 Juni 2018. Foto: Medcom.id/ Siti Yona Hukmana.
Jakarta: Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Pramono Ubaid Tanthowi mengimbau para calon kepala daerah tidak melakukan politik uang saat lebaran. Pasalnya, lebaran identik dengan pembagian tunjangan hari raya (THR).

"Kita harapkan bagi paslon-paslon itu tidak usah mengkamuflase politik uang Pilkada dalam bentuk THR," kata Pramono di kantornya, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 11 Juni 2018.

Menurutnya, jika paslon ingin memberikan THR tidak perlu memberi embel-embel. Selain itu, ia menganjurkan lebih baik THR diberikan kepada yatim piatu.


"Jangan ada embel-embel, kartu nama, stiker atau apapun. Silakan kalau dibagikan itu (THR) melalui rumah-rumah yatim piatu," ungkap Pramono.

Sebab, kata Pramono, jika terdapat stiker atau kartu nama pada THR itu dipastikan ada motifnya untuk ajang kampanye. Tak hanya itu, ia pun berharap tak ada undangan media untuk meliput pemberian THR tersebut.

"Kita harapkan tidak menodai kesucian hari raya Idul Fitri ini dengan politik uang yang dikamuflase dengan pemberian THR," tandas Pramono.

Pilkada serentak 2018 akan diselenggarakan 16 hari lagi yakni pada Rabu, 27 Juni 2018. Pilkada itu akan diikuti oleh 171 daerah penyelenggara. Daerah-daerah itu yakni 17 provinsi, 115 kabupaten dan 39 kota. 



(DEN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id