Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir - MI/Arya Manggala.
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir - MI/Arya Manggala.

Haedar Nashir Ajak Masjid tak Dijadikan Sarana Politik Praktis

Nasional pemilu serentak 2019
Muhammad Al Hasan • 05 Juli 2018 18:29
Jakarta: Jelang tahun politik, banyak pihak menghalalkan segala cara untuk memenangkan partainya. Termasuk, memanfaatkan masjid sebagai sarana kampanye dan penggiringan suara.
 
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir memastikan pihaknya tidak bakal menjadikan masjid sebagai mesin untukmendulang suara.
 
"Muhammadiyah paling depan sejak dulu mengajak masyarakat termasuk warga Muhammadiyah tidak jadikan masjid sebagai pusat politik praktis dan politisasi," kata Haedar Nashir di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 5 Juli 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meski, kata dia, aktivitas politiktak dilarang di masjid. Namun, sejatinya masjid dijadikan media pembelajaran dan pengkajian politik yang berguna untuk mendewasakan dan mencerdaskan pemikiran rakyat dalam berpolitik.
 
(Baca juga:Masjid Harus Suci dari Politik Praktis)
 
"Jadikan masjid sebagai pusat pencerdasan, pendewasaan dan pendidikan politik jadi ini bedanya," tukas Haedar.
 
Haedar menyebut pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang politik tetap harus diberikan. Dan masjid merupakan tempat yang selama ini tidak bisa dilepaskan dari hal itu.
 
"Juga penting agar warga masyarakat yang tidak tahu jadi melek politik dan sadar politik. Nah dari masjid inilah pusat pendidikan politik berjalan, politik yang mencerdaskan bukan pilihan politik praktis," pungkas dia.
 

 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi