176 Daerah Rawan Politik Uang
Ilustrasi. Medcom.id/Rizal.
Jakarta: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) merilis Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) 2019. Hasilnya, sebanyak 176 kabupaten/kota atau sebesar 34,2% berpotensi terjadi praktik politik uang.
 
"176 kabupaten/kota atau 34,2% dikategorikan rawan tinggi dan 338 (65,8%) kabupaten/kota dikategorikan rawan sedang," kata komisioner Bawaslu, Mochammad Afifuddin dikutip dari Media Indonesia, Rabu, 26 September 2018.
 
Afifuddin mengatakan kajian didapat dari empat dimensi yang dijadikan indikator dalam penyusunan tingkat kerawanan pemilu. Keempat dimensi itu ialah konteks sosial politik, penyelenggaraan pemilu yang bebas dan adil, kontestasi, serta partisipasi.
 
Terkait penggunaan ujaran kebencian dan politisasi SARA, kata Afifuddin, berpotensi terjadi di 90 dari 514 kabupaten/kota atau 17,5% daerah yang dikategorikan masuk kerawanan tinggi.

Baca: Tingkat Kerawanan Pemilu di Papua Barat Tertinggi

Selain itu, faktor netralitas aparatur sipil negara (ASN) pun masuk salah satu kajian ini. Menurutnya, ada sekitar 93 kabupaten/kota yang masih memiliki tingkat kerawanan tinggi terkait dengan adanya praktik tersebut.
 
Dalam konteks provinsi, Ketua Bawaslu Abhan menuturkan ada 15 provinsi yang secara umum memiliki tingkat kerawanan di atas nilai rata-rata nasional. Ke-15 provinsi itu ialah Papua Barat, Papua, Maluku Utara, Aceh, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Maluku, Lampung, Sumatra Barat, Jambi, DI Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah. Abhan menuturkan setiap provinsi memiliki karakteristik kerawanan yang berbeda.
 
Terkait dengan politik uang, Afifuddin mengatakan Bawaslu akan melakukan langkah-langkah pengawasan dalam meminimalkan politik uang. Ia mengaku pihaknya akan melakukan patroli, khususnya pada hari tenang selepas kampanye, untuk memberikan efek psikologis agar nantinya praktik tersebut tidak terjadi. (Nurjiyanto)






(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id