Presiden Joko Widodo saat wawancara khusus dengan Medcom.id. Foto: Biro Pers Istana.
Presiden Joko Widodo saat wawancara khusus dengan Medcom.id. Foto: Biro Pers Istana.

Jokowi Diminta Bijak Menampung Anak Muda

Nasional kabinet jokowi
Theofilus Ifan Sucipto • 02 Juli 2019 16:47
Jakarta: Rencana Presiden Joko Widodo mengakomodasi anak muda di kabinet yang baru diapresiasi. Namun, Presiden diminta menggunakan hak prerogatifnya dengan bijak.
 
"Pak Jokowi harus meyakinkan nama yang disodorkan dari kalangan profesional dan memiliki kapabilitas yang tidak kalah dengan mereka yang dianggap senior," kata peneliti senior Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Rully Akbar, di Gedung Graha Dua Rajawali, Jakarta Timur, Selasa, 2 Juli 2019.
 
Dia mengatakan ihwal anak muda dan senior hanya masalah umur. Hal yang lebih penting, kata Rully, adalah bagaimana kaum muda yang ditunjuk Jokowi mampu membuktikan kemampuannya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Rully mengaku menyambut baik rencana Kepala Negara. Apalagi, di tingkat dunia, sudah ada bukti nyata anak muda yang masuk dalam kursi pemerintahan.
 
Dia mencontohkan Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Syed Saddiq Syed Abdul Rahman. Syed dilantik Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad pada Senin, 2 Juli 2018. Dia menjadi menteri termuda Malaysia dengan usia 25 tahun.
 
"Diakomodasinya anak muda juga merupakan bentuk penyegaran politik," imbuh Rully.
 
Dia menyebut dampak positif lain akan terjadi jika Jokowi mewujudkan rencana tersebut. Masuknya anak muda di pemerintahan bakal memacu kaum milenial mengasah potensinya menjadi pemimpin di masa depan.
 
Kendati begitu, Rully berharap Jokowi berhati-hati dalam menentukan siapa sosok anak muda dan posisinya. Pasalnya, Jokowi memiliki kesepakatan politik dengan partai pengusung.
 
"Jadi tinggal bagaimana Pak Jokowi memberi kompensasi pada partai pengusung dan memasukkan nama-nama anak muda yang memiliki kapabilitas," pungkas dia.
 
Baca: PPP Harap Pertimbangan Calon Menteri Tak Sekadar Usia
 
Jokowi bertekad membentuk kabinet yang efektif serta responsif terhadap tantangan perubahan global yang sangat cepat. Salah satu bentuknya, kabinet akan lebih banyak mengakomodasi kaum muda ketimbang Kabinet Kerja jilid I saat ini.
 
"Kenapa kita penting mengakomodasi orang muda, usia 30-an, bahkan mungkin 25 tahunan, karena kaum muda umumnya lincah dalam menghadapi perubahan yang sangat cepat," papar Jokowi dalam wawancara khusus dengan Medcom.id di Istana Bogor, Senin, 1 Juli 2019.
 
Generasi muda akan mendapatkan kesempatan duduk di kabinet. Kepala Negara yakin anak muda akan membuat kabinet terlihat lebih segar dan berwarna.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif