Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani
Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani

Kejaksaan Agung Diminta Tak Direcoki Usut Jiwasraya

Nasional Jiwasraya
Kautsar Widya Prabowo • 28 Januari 2020 16:54
Jakarta: Anggota Komisi III DPR I Wayan Sudirta meminta pengusutan kasus dugaan korupsi PT Jiwasraya Persero tak direcoki pihak luar. Kejaksaan Agung (Kejagung) diminta fokus menuntaskan polemik perusahaan asuransi pelat merah itu.
 
"Tak perlu reaksi berlebihan yang menggangu kerja kejaksaan," kata Wayan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 28 Januari 2020.
 
Wayan juga meminta Kejagung dapat mengusut tuntas kasus dugaan korupsi yang merugikan negara Rp13,7 triliun itu. Hukum harus ditegakkan tanpa tebang pilih.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jangan ada pandang bulu, jangan lagi dalam kondisi ini, masih sungkan-sungkan (menegakan hukum), tebang pilih lagi," tuturnya.
 
Legislator PDI Perjuangan itu menegaskan setiap individu memiliki kedudukan yang sama di muka hukum. Ia memastikan pula DPR selalu mendukung kerja Kejagung dalam mengusut tuntas kasus Jiwasraya. Bagi Wayan, kasus Jiwasraya bisa jadi momentum Korps Ahdyaksa unjuk gigi.
 
"Kejagung tidak perlu kalah hebat dengan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), kalah hebat dengan memberantas korupsi," ujarnya.
 
Polemik kasus gagal bayar Jiwasraya masih menjadi sorotan. Teranyar, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhyono (SBY) meminta aparat menginvestigasi siapa yang menyebabkan jebolnya keuangan Jiwasraya.
 
"Benarkah hanya lima orang sebagaimana yang diduga oleh Kejaksaan Agung kita? Ada kah aktor intelektual yang bekerja 'di belakang'? Hal ini sangat penting agar negara tidak salah mengadili dan menghukum seseorang," kata SBY.
 
Penegak hukum juga diminta mendalami ada tidaknya uang yang mengalir dan digunakan untuk dana politik atau kepentingan pemilu. Investigasi ini dinilai penting untuk menjawab pertanyaan dan praduga masyarakat soal adanya dana yang mengalir ke salah satu tim sukses di Pemilu 2019.
 
"Baik yang mengalir ke partai politik tertentu maupun tim kandidat presiden. Tuduhan ini persis dengan yang saya alami ketika dilakukan bail out Bank Century dulu," ucap SBY.
 
Presiden keenam Republik Indonesia itu menilai pengusutan tuntas penting guna membersihkan nama baik partai tertentu, termasuk Presiden Joko Widodo. "Biar gamblang, dan rakyat mendapatkan jawabannya," ungkap SBY.
 

 

(AGA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif