Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin bersama menteri Kabinet Indonesia Maju duduk di tangga Istana Merdeka, Jakarta. MI/Ramdani
Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin bersama menteri Kabinet Indonesia Maju duduk di tangga Istana Merdeka, Jakarta. MI/Ramdani

INDEF Minta Menteri Sektor Perekonomian Diisi Profesional

Nasional reshuffle kabinet investasi
Anggi Tondi Martaon • 04 Juli 2020 22:34
Jakarta: Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) meminta menteri di sektor ekonomi diisi kalangan profesional. Pengajuan ini disampaikan menyikapi wacana reshuffle Kabinet Indonesia Maju (KIM).
 
Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira Adhinegara menyampaikan, susunan KIM disebut kabinet yang akomodatif. Sebab, banyak perwakilan partai politik (parpol) mengisi jabatan menteri.
 
"Kabinet ini kan awalnya kabinet yang akomodatif, banyak pendukung dan tim sukses yang diakomodir," kata Bhima dalam diskusi virtual Polemik Trijaya Menanti Perombakan Kabinet, Sabtu, 4 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, dia mengingatkan Jokowi bahwa situasi saat ini berbeda. Indonesia membutuhkan sosok profesional agar kebijakan yang diambil tepat. Terutama dalam penanganan pandemi virus korona.
 
Jokowi pun ditantang agar tegas dengan partai koalisi. Jika anggota koalisi tidak bisa menyodorkan sosok yang berkompeten, maka harus berani mengambil dari kalangan profesional.
 
"Terutama tim ekonomi yang kemudian serius bisa mengatasi krisis seperti sekarang," ungkap dia.
 
Dia menyebutkan, situasi saat ini tidak memungkinkan struktur kabinet terlalu banyak diisi kalangan parpol. Sebab, membuat sentimen negatif terhadap perekonomian.
 
"Jadi kalau mau reshuffle ayo cepetan, tetapi juga nanti paska reshuffle itu yang penting juga karena itu yang ditunggu," sebut dia.
 
Saat disinggung bahwa banyak pihak yang menilai jika menteri yang harus dilengserkan dari profesional, Bhima menjawab mereka bukan dari sektor ekonomi. Dia pun menjelaskan bahwa komposisi kabinet sektor ekonomi didominasi oleh parpol.
 
"Kalangan profesional pada sektor ekonomi hanya Bu Sri Mulyani (Menteri Keuangan). Selebihnya dari kalangan parpol," ujar dia.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif