Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Pemerintah Cari Pulau Kosong untuk Pasien Korona

Nasional Virus Korona
Nur Azizah • 06 Februari 2020 16:13
Jakarta: Pemerintah berencana mencari pulau kosong untuk merawat orang terjangkit virus korona. Ini salah satu antisipasi bila virus asal Wuhan, Tiongkok itu menyebar di Indonesia.
 
"Pulau kita banyak, ribuan pulau masih kosong," kata Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD di Kantor Staf Presiden, Jakarta Pusat, Kamis, 6 Februari 2020.
 
Mahfud menyebut nantinya di pulau itu akan dibangun rumah sakit. Dia menyebut di sana bakal menangani pasien dengan virus menular termasuk korona.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Presiden minta yang jangka panjang," tutur dia.
 
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengaku sudah berkoordinasi dengan TNI terkait pembangunan tempat observasi bagi warga terdampak wabah. Fasilitas ini akan dipakai ketika masalah seperti virus korona (2019-nCov) terjadi.
 
Pemerintah Cari Pulau Kosong untuk Pasien Korona
238 WNI dari Wuhan, Tiongkok tiba di batam. Foto: DOK Kementerian Luar Negeri
 
Koordinasi ini penting untuk membangun pangkalan militer atau bandara di lokasi yang akan ditunjuk nanti. Fasilitas pendukung juga bakal disediakan.
 
"Mendapatkan dukungan personel dan juga sumber daya manusia (SDM) yang lebih memadai sehingga kawasan itu bisa terintegrasi," jelas mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) itu.
 
Organisasi kesehatan dunia (WHO) menetapkan wabah virus korona menjadi darurat kesehatan global. Jumlah kematian melonjak menjadi 564 orang dan menginfeksi 28.028 orang per Kamis, 6 Februari 2020.
 
Infeksi virus korona bermunculan di sedikitnya 25 negara. Virus korona dinilai mirip dengan Sindrom Pernapasan Akut Berat atau SARS. Wabah SARS menewaskan ratusan orang di banyak negara pada 2002-2003.
 


 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif