Presiden Joko Widodo. Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Presiden Joko Widodo. Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Jokowi Akui Rasio Ranjang RS di Indonesia Tertinggal

Nasional Virus Korona Rumah Sakit virus corona
Nur Azizah • 30 April 2020 15:21
Jakarta: Presiden Joko Widodo mengakui rasio ranjang rumah sakit di Indonesia masih jauh tertinggal dari negara-negara Asia lainnya. Tercatat rasio jumlah tempat tidur berdasarkan jumlah penduduk hanya 1,2 per 1.000 pasien.
 
"Artinya, hanya tersedia 1,2 tempat tidur untuk 1.000 penduduk dibandingkan negara lain, Indonesia juga masih kalah," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis, 30 April 2020.
 
Di India, rasio ranjang rumah sakit lebih tinggi, yakni 2,7 per 1.000 pasien. Adapun Tiongkok hampir empat kali lipat dari rasio Indonesia, yakni 4,3 per 1.000 pasien.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


(Baca:Langkah Jokowi Tangani Korona)
 
"Yang tertinggi Jepang dengan rasio 13 per 1.000 pasien. Kemudian bagaimana dengan laboratorium? Berapa yang kita punya?" tutur dia.
 
Kepala Negara ingin menjadikan masa pandemi covid-19 (virus korona) untuk mengevaluasi seluruh sektor kesehatan di Indonesia. Mulai dari peralatan hingga sumber daya manusia.
 
"Semuanya harus kita hitung karena melihat betapa pentingnya health security di masa-masa yang akan datang," ujar dia.
 
Dia memerintahkan jajarannya menyelesaikan masalah ini. Begitu juga dengan masalah ketersediaan obat, alat kesehatan, hingga ketersediaan rumah sakit.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif