Ketua umum rumah gerakan 98, Bernard Haloho saat berorasi--Medcom.id/Ilham Pratama Putra.
Ketua umum rumah gerakan 98, Bernard Haloho saat berorasi--Medcom.id/Ilham Pratama Putra.

Rumah Gerakan 98 Tolak Kembalinya Orde Baru

Nasional reformasi 98
Ilham Pratama Putra • 16 Desember 2018 16:21
Jakarta: Rumah gerakan 98 menilai saat ini sekelompok elit kembali mengampanyekan gerakan orde baru. Ketua umum rumah gerakan 98, Bernard Haloho dengan tegas menolak kemunculan orde baru.
 
"Kita merasa perlu menyisingkan lengan baju, melawan elit politik agar tidak kembali pada orde baru," kata Bernard dalam orasinya di Gedung Joang 45, Jakarta Pusat, Minggu, 16 Desember 2018.
 
Kepada Medcom.id dia menjelaskan, bahwa Rumah Gerakan 98 tidak menginginkan tokoh yang memiliki nilai orde baru, dan punya permasalahan di masa lalu, mendapat kesempatan menduduki jabatan formal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ya dalam hal ini bisa Prabowo Subianto. Gerakan 98 menolak dia, karena harus bertanggung jawab terhadap pelanggaran HAM yang dia lakukan di waktu itu," ucap Bernard.

Benard menegaskan langkah selanjutnya Gerakan 98, akan terus mengkampanyekan perlawanan terhadap orde baru secara masif. Dan akan ada deklarasi dalam waktu dekat, yang bertempat di Banten, Medan, Bandung, Makassar dan beberapa kota lainnya.
 
"Gerakan ini tujuannya mengingatkan dan merangkul semua orang yang ingin terus bergerak dalam reformasi. Mewujudkan Indonesia adil, berdaulat dan makmur. Rumah ini menjadi pusat perlawanan orba," terang Bernard.
 

(YDH)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif