Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) NasDem Hermawi Taslim bersama Presiden Jokowi. Foto: Istimewa
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) NasDem Hermawi Taslim bersama Presiden Jokowi. Foto: Istimewa

Beda Sikap NasDem dan PAN Terkait Capres 2024

Nasional Partai NasDem pemilu partai politik capres Pilpres Partai Amanat Nasional
Anggi Tondi Martaon • 08 Mei 2021 16:13
Jakarta: Partai NasDem memiliki pandangan berbeda dengan Partai Amanat Nasional (PAN) terkait sosok yang akan diusung pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. NasDem tak akan mengutamakan kadernya sebagai calon presiden (capres).
 
"Tadi Mas Eddy (Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno) bilang mencalonkan kader sendiri. Kalau di NasDem itu yang terbaik buat bangsa ini," kata Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) NasDem Hermawi Taslim dalam diskusi virtual Universitas Mercu Buana, Sabtu, 8 Mei 2021.
 
Dia menegaskan sikap tersebut menjadi amanat Ketua Umum (Ketum) Surya Paloh. Bagi NasDem, kepentingan bangsa lebih diutamakan dalam memilih calon yang diusung.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kader bagi kita bisa nomor dua demi bangsa dan negara. Itu yang selalu digariskan oleh Pak Surya Paloh," ungkap dia.
 
Baca: AHY Bertemu Anies, Pengamat Prediksi 3 Skenario Paslon Pilpres 2024
 
Hermawi memastikan kader siap mendukung penuh keputusan tersebut. Kader bakal total mengupayakan pemenangan sosok yang telah ditentukan partai nanti. 
 
"Kader kita siap untuk mengemban tugas apa pun," ujar dia. 
 
Eddy Soeparno menyampaikan PAN berharap bisa mengusung kadernya sendiri pada Pilpres 2024. Dia menilai partai lain juga berkeinginan sama dengan PAN.
 
"Bagi partai politik, merupakan privilege, merupakan kebanggaan dan prioritas jika kita mampu mengusung kader sendiri di dalam perhelatan pilpres," kata Eddy.
 
Wakil Ketua Komisi VII itu menyebutkan keinginan mengusung kader berdampak terhadap upaya pemenangan dari partai. Kader di akar rumput pasti lebih militan bekerja memenangkan tokoh partai yang maju pada Pilpres 2024.
 
"Mesin partai akan bekerja ekstra keras sehingga efek elektoralnya sangat terasa bagi partai," ungkap Eddy.
 
Namun, keinginan tersebut tentu harus melihat perkembangan menjelang pilpres. Pasalnya, ada beberapa pertimbangan agar keinginan tersebut terwujud, salah satunya elektabilitas kader yang ingin diusung. 
 
Berdasarkan penelitian sejumlah lembaga survei, elektabilitas kader PAN tak masuk dalam tiga besar. Peringkat tiga besar selalu didominasi Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo.
 
Hasil survei ini tentu bakal menjadi bahan pertimbangan PAN dalam memutuskan pilihan nanti. Partai berlambang matahari terbit itu bakal realistis menentukan sikap.
 
"Kita siapkan kader terbaik kita, tetapi kita tetap akan realistis nanti di 2024," ujar Eddy.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif