Presiden Joko Widodo/Biro Pers Sekretariat Presiden.
Presiden Joko Widodo/Biro Pers Sekretariat Presiden.

Presiden Lepas Ekspor Produk Olahan Bauksit

Nasional Jokowi Ekspor Jokowi setop ekspor bahan mentah Ekspor Bahan Mentah
Andhika Prasetyo • 25 Januari 2022 21:34
Jakarta: Presiden Joko Widodo (jokowi) melepas ekspor perdana smelter grade alumina yang diproduksi PT Bintan Alumina Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Kepala Negara mengapresiasi terobosan perusahaan di industri hilir bauksit sehingga barang yang dijual ke luar negeri tidak lagi dalam bentuk mentah.
 
"Saya terima kasih kepada perusahaan yang seberani ini membangun dengan investasi dan risiko-risiko yang ada. Kita harapkan semua bahan mentah kita olah sendiri di Tanah Air seperti ini," ujar Jokowi di Bintan, Kepulauan Riau, Selasa, 25 Januari 2022.
 
Presiden menekankan pentingnya pembangunan industri hilir terutama di sektor mineral dan tambang. Ekspor bahan-bahan mentah harus dihentikan demi menciptakan nilai tambah yang besar bagi negara dan masyarakat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini kalau dijual dalam bentuk jadi, harganya naik 15 kali lipat dari bahan mentah," tutur Jokowi.
 
Jokowi juga menceritakan sebelum ke Bintan, ia mengunjungi Kabupaten Muara Enim di Sumatra Selatan dalam rangka peletakan batu pertama proyek hilirisasi batu bara menjadi dimetil eter (DME). Ia mengungkapkan Indonesia memiliki potensi besar melakukan hilirisasi industri tersebut.
 
Baca: Gaungkan Hilirisasi, Jokowi Tegaskan Komitmen Setop Ekspor Mineral Mentah
 
“Tadi kembali ke DME, dimetil eter, kita punya bahan baku banyak sekali, gede sekali, kita malah impor elpiji Rp80 triliun setiap tahun. Terlalu nyaman kita ini, terlalu enak kita ini,” kata dia.
 
Hilirisasi industri, kata Presiden, juga memberikan banyak keuntungan bagi negara seperti pajak baik pribadi maupun perusahaan. Termasuk, pembukaan lapangan kerja bagi masyarakat.
 
“Yang paling penting membuka lapangan kerja yang sebanyak-banyaknya, bisa 7 ribu, kemarin di Konawe 27 ribu, di Morowali 45 ribu, ini yang dibutuhkan rakyat,” kata dia.
 
Presiden kembali menegaskan pemerintah tetap menghentikan ekspor minerba dalam bentuk bahan mentah. Meskipun, kebijakan tersebut mendapatkan protes dari berbagai negara melalui Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
 
"Dengan risiko apapun satu persatu akan saya setop. Nikel ore setop, ini kita digugat oleh WTO, silakan gugat. Nanti setop bauksit, setop, mesti ada yang gugat lagi silakan gugat enggak apa-apa kita hadapi," kata Jokowi.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif