Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

Prestasi Legislasi Dianggap Moncer di 2020

Nasional Omnibus Law UU Cipta Kerja
Kautsar Widya Prabowo • 10 Oktober 2020 18:48
Jakarta: Prestasi legislasi di 2020 dianggap moncer. Melalui pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker), DPR dan pemerintah telah membuat tujuh undang-undang selama 10 bulan terakhir.
 
"Ini adalah kebangkitan prestasi legislasi," kata pakar hukum tata negara dari Universitas Indonesia, Fitra Arsil dalam diskusi virtual Forum Salemba UI, Jakarta, Sabtu, 10 Oktober 2020.
 
Dia membandingkan progres legislasi DPR periode 2015-2019. Menurut Fitra, kemampuan legislatif membuat undang-undang cenderung stagnan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mencontohkan pada 2015, hanya tiga UU yang disahkan dari 40 rancangan undang-undang (RUU). Sementara itu, dia menyebut DPR telah mengesahkan UU dengan kuantitas melebihi 1.000 halaman.
 
Baca:Pemerintah dan DPR Cetak Tujuh UU Sebelum Akhir 2020
 
"DPR sudah menyelesaikan 178 halaman undang-undang lain ditambah 1.000 halaman Undang-Undang Cipta Kerja. Jadi prestasi ini luar biasa, kebangkitan prestasi DPR," kata dia.
 
Fitra mengatakan pembahasan RUU secara matang telah dilaksanakan, khususnya terkait UU Ciptaker. Ada 64 rapat pembahasan yang dilakukan hampir setiap hari. Bahkan perumusan dilakukan saat reses, akhir pekan, hingga larut malam.
 
Menurut dia, rapat tersebut terdiri atas 56 rapat panitia kerja dan 6 rapat tim perumus atau tim sinkronisasi. Perumusan UU juga terbuka dan bisa diakses melalui TV Parlemen.
 
"Partisipasi publik dalam undang-undang lebih penting dari substansinya. Ini menunjukkan kedaulatan ada dalam tangan rakyat," ucap Fitra.
 
Seperti diketahui, pembahasan UU Ciptaker diawali oleh rapat paripurna, penugasan pembahasan badan legislatif pada 2 April 2020. Dilanjutkan dengan pembahasan RUU Ciptaker pada 14 April, pengesahan tingkat 1 pada 3 Oktober, dan pengesahan tingkat 2 pada 5 Oktober 2020.
 
Pembahasan juga dilakukan bersama 16 narasumber dari berbagai pihak. Menurut Fitra, hal ini bukan hanya prestasi DPR, melainkan Presiden Joko Widodo.
 
"Presiden ikut mengusulkan, ikut pembahasan, ikut menyetujui," kata Fitra.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif