Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko. Foto: MI
Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko. Foto: MI

Jokowi Tegur Komunikasi Publik Istana yang Buruk

Nasional presiden jokowi Omnibus Law Demo Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja
Nur Azizah • 21 Oktober 2020 17:39
Jakarta: Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengakui komunikasi publik Istana Kepresidenan buruk. Presiden Joko Widodo pun sempat menegur jajarannya karena hal tersebut.
 
"Kami semuanya ditegur oleh Presiden bahwa komunikasi publik sungguh sangat jelek," kata Moeldoko di Kantor Staf Presiden, Jakarta Pusat, Rabu, 21 Oktober 2020.
 
Komunikasi publik yang buruk terasa saat pemerintah mengeluarkan Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker). Undang-undang ini justru mendapat banyak penolakan hingga menyebabkan rentetan demonstrasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami selalu membenahi diri, kami selalu ingin memperbaiki diri khusus untuk dalam konteks Omnibus Law Cipta kerja," ujarnya.
 
Moeldoko menerima banyak masukan terkait gaya komunikasi publik Pemerintah. Dia berjanji memperbaiki komunikasi publik Istana.
 
"Ini masukan dari luar dan masukan dari Presiden untuk pembenahan ke depan," kata Moeldoko.
 
Baca: Menaker: Presiden Tak Main Aman
 
Menurut Moeldoko, UU Ciptaker merupakan salah satu capaian satu tahun kinerja Jokowi-Ma'ruf. Omnibus Law diklaim mampu memangkas regulasi yang berbelit.
 
"Pemerintah menerobos penghalang yang membuat dunia usaha sulit bertumbuh di Indonesia. Penyebabnya adalah banyaknya aturan yang saling tumpang tindih dan memperpanjang birokrasi izin yang berpotensi korupsi. Omnibus law menjadi solusi mengurai keruwetan aturan," kata Moeldoko.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif