Presiden Jokowi menghadiri penutupan Rakernas Projo. Foto: Medcom.id/Dian Ihsan Siregar.
Presiden Jokowi menghadiri penutupan Rakernas Projo. Foto: Medcom.id/Dian Ihsan Siregar.

Jokowi: Kita Punya Bahasa Nasional

Nasional pilpres 2019 Jokowi-Ma`ruf
Dian Ihsan Siregar • 17 September 2018 01:19
Jakarta: Capres Joko Widodo (Jokowi) tak ambil pusing soal debat pilpres yang diusulkan menggunakan bahasa asing. Namun baginya, debat menggunakan bahasa Indonesia lebih baik ketimbang pakai bahasa asing.
 
"Kita ini kan bangsa Indonesia. Kita punya bahasa nasional Indonesia," ucap Jokowi ditemui usai menghadiri acara penutupan Rakernas IV Pro Jokowi (Projo) di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Minggu, 16 September 2018‎.
 
Hal senada diungkapkan Ketua DPD RI, Oesman Sapta Odang (OSO). Menurut dia, tak semua masyarakat mengerti bahasa asing. Padahal, esensi debat difungsikan untuk memberi pandangan pada masyarakat agar bisa menilai kemampuan capres dan cawapres.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Orang kita negara Indonesia kok debatnya bahasa Inggris," ketusnya.
 
OSO menilai penggunaan bahasa Inggris dalam debat perebutan kursi presiden dan wakilnya merupakan bentuk nasionalitas yang minim. Terlebih, hal tersebut tak akan memberi manfaat bagi rakyat.
 
"Saya keluar negeri saja pakai bahasa Indonesia. Bukan tidak bisa, tapi untuk menunjukkan bahwa kita orang Indonesia," tegas OSO.
 
Baca juga: Usulan Debat Capres Berbahasa Inggris Dinilai tak Prinsipil
 
‎Komisioner Bawaslu Mochammad Afifuddin ‎pernah angkat bicara terkait penggunaan bahasa Inggris dalam debat Pilpres 2019. Usulan itu dianggap tak prinsipiel.
 
"Menurut saya Sumpah Pemuda juga sudah jelas satu bahasa, yaitu bahasa Indonesia. Jadi ngapain sampai begitu-begitu," ujar Mochammad Afifuddin.
 
A‎fif mengatakan usulan penggunan bahasa Inggris dalam depat capres/cawapres bergantung pada kesepakatan. Namun dia menggarisbawahi sejumlah forum-forum internasional yang meminta untuk menggunakan bahasa ibu. Penggunaan bahasa asli merupakan bentuk penegasan terhadap kewibawaan negara tersebut.
 
"‎Bahkan untuk menegakkan dignity itu beberapa negara, event acara internasional, dia pidato di daerahnya pakai bahasa daerahnya sendiri," sebut Afif.
 

(HUS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif