Ilustrasi Medcom.id
Ilustrasi Medcom.id

Parpol Diminta Mewaspadai Isu SARA Menyusup Jelang Pemilu 2024

Whisnu Mardiansyah • 06 Agustus 2022 18:18
Jakarta: Kontestasi peta politik jelang Pemilu dan Pilpres 2024 semakin kencang di publik. Namun, pembicaraan peta politik di ruang publik rawan disusupi dengan isu-isu SARA untuk menggiring opini publik terhadap calon tertentu.
 
Wakil Ketua Umum Partai Garuda Teddy Gusnaidi mengatakan saat ini banyak pihak-pihak ikut berbicara dalam kontestasi pemilu dan pilpres. Namun, tidak sedikit justru narasi yang mereka sampaikan berisi isu SARA dan ujaran kebencian. 
 
"Begitu banyak makelar politik yang diberikan panggung untuk menyampaikan narasi kebencian, menyampaikan fitnah dan membangkitkan isu sara, jadi akhirnya pendidikan politik kepada masyarakat terbenam dengan informasi sesat," tegas Teddy di Jakarta, Sabtu, 6 Agustus 2022.
 
Baca: Anies Masih Enggan Bicara Pilpres 2024

Teddy menyayangkan ada sejumlah politisi justru ikut-ikutan membangun narasi yang masih membangun isu SARA. Padahal, partai politik memiliki kewajiban untuk memberikan pendidikan politik yang sehat kepada masyarakat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pendidikan politik itu bukan berarti tidak ada intrik, tentu intrik itu bagian dari pendidikan politik, karena namanya Pemilu adalah kontestasi, di mana akan ada benturan pemikiran dan benturan pendapat, di mana pertarungan pemikiran dan pendapat itu harus ada," ujar Teddy.
 
Teddy menambahkan semestinya para politisi itu mengedapankan gagasan dan ide. Sehingga masyarakat diberikan edukasi punya banyak pilihan berdasarkan kapasitas dan kapabilitas bukan berdasarkan unsur kesukuan, etnis, dan agama.
 
"Jangan hanya jadi bualan dalam pidato politik bahwa harus membuat pemilu yang sehat , tapi masih memberikan panggung dan bekerjasama dengan para makelar politik," kata Teddy.
 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif