Ibadah Haji ilustrasi. Foto: AFP.
Ibadah Haji ilustrasi. Foto: AFP.

Kuota Haji 2022 Diperkirakan Belum Normal

Media Indonesia • 30 Maret 2022 03:12
Jakarta: Ketua Komnas Haji dan Umrah Mustolih Siradj memprediksi penyelenggaraan ibadah haji 2022 belum bisa dengan kuota penuh. Mustolih menyampaikan terkait kuota haji masih menunggu kepastian pemerintah Arab Saudi.
 
Mustolih menuturkan sampai hari ini belum pernyataan resmi Arab Saudi soal kuota haji tahun ini. Belum ada kepastian juga dibuka atau tidaknya penyelenggaraan haji untuk masyarakat di luar Arab Saudi.
 
"Kuota haji masih sulit diukur. Sejauh mana dan seberapa banyak masing-masing negara mendapatkan kuota haji," kata Ketua Komnas Haji dan Umrah, Mustolih Siradj, saat dihubungi Media Indonesia, Selasa, 29 Maret 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ada beberapa alasan yang membuat penyelenggaraan haji belum bisa kembali normal seperti sebelum pandemi. Misalnya, pemerintah Arab Saudi belum melakukan persiapan yang signifikan, baik keamanan, penginapan, tenda dan transportasi. Pengirim jemaah di berbagai negara juga belum banyak melakukan persiapan.
 
"Indonesia adalah negara yang diberikan kuota terbesar. Kira-kira 231 ribu. Nah ini pun karena di Arab Saudi belum ada persiapan, dampaknya dari negara pengirim seperti Indonesia, masih jauh dari yang kita prediksikan dari masa-masa normal. MoU saja bahkan belum," ujar Mustolih.
 
Baca: Kuota Haji untuk Indonesia Diharap Segera Ditentukan
 
Mustolih menambahkan persiapan lain yang belum dilakukan yaitu dari sisi penerbangan. Kemudian, asrama haji, sarana dan prasarana, dokumen jemaah seperti visa, paspor, kontrak penerbangan, serta kontrak dengan hotel.
 
Menurut Mustholih, kemungkinan terbesar penyelenggaraan haji 2022 dengan kuota terbatas atau tidak full seperti sebelum pandemi. Ini harus menjadi perhatian di tengah waktu penyelenggaraan yang kian mepet.
 
"Kalau kita hitung dari kelender penyelenggaraan haji, 5 Juni itu mestinya sudah bisa memberangkatkan kloter pertama. Sementara ini sudah 3 hari lagi bulan Ramadan. Kadang biasanya setelah idulfitri, Dzulqo'dah itu kira-kira bulan Juni, itu sudah ada pemberangkatan. Tapi ini belum," ungkap dia.
 
Wakil Ketua DPP Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Azhar Gozali berharap penyelenggaraan haji tahun ini kembali normal dengan kuota penuh. Apabila bisa dengan kuota penuh, pekerjaan-pekerjaan dan tanggung jawab yang masih tertunda akibat pandemi bisa terselesaikan.
 
"Harapan kita juga pasti sama dengan harapan jemaah haji. Pasti mereka menaruh harapan besar jika haji di buka tahun ini, mereka bisa diberangkatkan," kata Azhar.
 
Namun, Azhari tetap menunggu hasil keputusan dari pemerintah terkait penyelenggaraan haji 2022. Ia mengatakan telah menyiapkan beberapa skema jika persoalan kuota telah diputuskan.
 
"Jika kuotanya tidak terlalu besar, kita akan melakukan konsorsium di asosiasi kami nantinya," tutur Azhar. (Dinda Shabrina)
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif