Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto. ANT/Renald Ghifari.
Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto. ANT/Renald Ghifari.

Wiranto Akui Tak Mudah Mengawasi Ormas

Nasional ormas
Antara • 13 September 2019 16:09
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Jenderal TNI (Purnawirawan) Wiranto mengaku tak mudah mengendalikan organisasi kemasyarakatan (ormas). Ratusan ribu ormas tercatat di Indonesia.
 
"Jumlah total ormas di Indonesia 424.192 ormas. Banyak juga kan," kata Wiranto di Kantor Lembaga Ketahanan Nasional, di Jakarta, Jumat, 13 September 2019.
 
Wiranto memerinci sebanyak 2.880 ormas memegang SK Kemendagri, 397.241 ormas dengan badan hukum Kemenkumham, dan sebanyak 71 ormas asing. Wiranto menyebut ormas mulai menjamur setelah reformasi 1998.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sejak Orde Baru tumbang, itu telah tumbuh subur ormas-ormas, yang sekarang izinnya hanya bisa dengan daring," katanya.
 
Wiranto menegaskan tak semua ormas bertujuan baik. Pemerintah perlu mengevaluasi dan menindak ormas yang dianggap berbahaya. Masalahnya, pemerintah sering dianggap otoriter saat menindak ormas yang dinilai berbahaya.
 
"Masalahnya, setiap regulasi yang agak keras sudah dicap kembali ke otoriter, setiap regulasi yang mengarah kepada pembatasan-pembatasan kebebasan dicap sebagai mengarah ke Orde Baru," katanya.
 
Ia mencontohkan kebijakan pemerintah membubarkan ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Langkah itu sempat menimbulkan pro dan kontra di masyarakat.
 
Pembubaran HTI ternyata belum menyelesaikan masalah. Wiranto menyebut peraturan pemerintah pengganti undang-undang yang diterbitkan hanya bisa membubarkan organisasinya.
 
"Ternyata, setelah organisasi kami bubarkan, (individunya) di luar masih ngomong sana, ngomong sini. Ditangkap, (kami disorot mencegah) kebebasan berekspresi. Kami sedang garap bagaimana pembubaran organisasi itu diimbangi juga dengan individual, tidak boleh menyebarkan ideologi yang sudah dilarang," katanya.
 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif