Curhat Jokowi Dituduh PKI

Achmad Zulfikar Fazli 18 Oktober 2018 03:20 WIB
presiden jokowi
Curhat Jokowi Dituduh PKI
Presiden Joko Widodo menyampaikan kata sambutan pada acara Penyerahan Sertifikat Tanah Untuk Rakyat di kawasan Marunda, Jakarta Utara. Foto: Antara/Dhemas Reviyanto.
Jakarta: Presiden Joko Widodo curhat beragam isu digunakan lawan politik untuk menyerangnya. Salah satunya isu yang menyebut dirinya tergabung dalam Partai Komunis Indonesia (PKI).

Jokowi mengatakan isu itu digulirkan sejak Pilpres 2014 dan hingga kini masih ada. Dia menyesalkan bergulirnya isu itu.  

"Coba, astagfirullah, coba. Saya lahir tahun 1961, PKI dibubarkan tahun 1965-1966. Umur saya baru empat tahun, masa ada PKI balita. Yang benarlah," kata Jokowi saat sambutan dalam pembagian sertifikat hak atas tanah di Marunda, Jakarta Utara, Rabu, 17 Oktober 2018.


Setelah gagal membuktikan dirinya sebagai PKI. Bukannya mereda, isu itu kini beralih ke orang tua, kakek, serta nenek Jokowi yang disebut sebagai PKI. Dia menegaskan isu itu sebagai berita bohong atau hoaks. 

Menurut dia, sangat mudah mengetahui asal usul keluarganya. Orang tuanya kini tinggal di Solo, Jawa Tengah. Sedangkan almarhum kakek dan neneknya dulu bermukim di Boyolali, Jawa Tengah.

Karena itu, dia menilai tak sulit mencari tahu rekam jejak keluarganya. "Tanya aja di masjid dekat rumah orang tua saya, di masjid dekat rumah kakek nenek saya, gampang banget ngeceknya," ucap dia.

Dia juga menyesalkan ada gambar dirinya tengah berdiri di tengah-tengah kerumunan saat Ketua PKI DN Aidit sedang berpidato. Dia menegaskan gambar itu tidak benar.

Dia sudah mengecek kebenaran gambar tersebut. Hasilnya, pidato DN Aidit itu berlangsung pada 1955. Saat itu, dia belum lahir. "Kan kebangetan banget seperti ini."

Dia meminta masyarakat bisa lebih memilah mana berita dan kabar yang benar dan tidak benar. Bangsa Indonesia dinilai tak akan maju jika masyarakat tak bisa menyaring berita yang muncul.

"Cara-cara seperti ini bukan etika bangsa Indonesia. Bukan tata krama bangsa Indonesia, bukan nilai-nilai yang kita anut di agama kita. Enggak ada cara-cara kejam seperti ini," tegas dia.



(HUS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id