Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy. Dok. Tangkapan Layar.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy. Dok. Tangkapan Layar.

Menko PMK: Pengentasan Kemiskinan Ibarat Nasi Liwet

Theofilus Ifan Sucipto • 20 Maret 2022 09:56
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan pengentasan kemiskinan butuh perjuangan. Perjuangan itu digambarkan melalui perumpamaan.
 
“Makin sedikit yang miskin bukan semakin mudah, justru semakin sulit untuk dihilangkan. Ibarat nasi liwet, ini adalah keraknya yang harus didatangi satu-satu,” kata Muhadjir dalam keterangan tertulis, Minggu, 20 Maret 2022.
 
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan kemiskinan ekstrem sirna atau nol persen hingga 2024. Menurut Muhadjir, target itu hanya bisa dicapai dengan kerja keras.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Habis-habisan turun ke lapangan langsung, jangan gengsi, jangan jaga image, dan jangan cari pencitraan,” papar dia.
 
Baca: Airlangga Harap Kemiskinan Ekstrem Bisa Ditekan di 2024
 
Salah satu ikhtiar Muhadjir dalam mengentaskan kemiskinan, yakni mengunjungi Desa Wajak, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Daerah tersebut merupakan salah satu kantong kemiskinan ekstrem.
 
Muhadjir menemukan sejumlah masalah seperti beberapa warga belum mendapat bantuan sosial (bansos). Kemudian, masih banyak kondisi rumah yang tidak layak huni.
 
“Ada yang satu rumah tidak sampai 3x3 meter diisi oleh tujuh orang,” jelas mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu.
 
Muhadjir meminta kepala desa dan camat lebih rajin mendatangi warganya. Supaya warga bisa mendapat bansos dan layanan kesehatan dari pemerintah.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif