Jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju/MI/Ramdani
Jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju/MI/Ramdani

Jokowi Didorong Segera Merombak Kabinet

Nasional reshuffle kabinet Kabinet Jokowi-Maruf
Achmad Zulfikar Fazli • 11 Agustus 2020 20:59
Jakarta: Relawan Bersatu Jaga Jokowi (RBJJ) mendorong Presiden Joko Widodo segera merombak atau reshuffle kabinet. Kemarahan Jokowi atas ketidakpuasan terhadap kinerja para menteri dinilai percuma tanpa adanya perubahan komposisi kabinet.
 
"Pak Jokowi marah sudah empat kali. Marah tak mengubah. Jadi kita minta beliau bersikap tegas saja, kalau mau reshuffle, ya reshuffle," ujar Koordinator RBJJ, Aidil Fitri, dalam jumpa pers di Restoran Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa, 11 Agustus 2020.
 
Aidil menyampaikan reshuffle kabinet merupakan hak prerogatif Presiden. Namun, dia menilai Jokowi perlu mengambil langkah tersebut untuk memperbaiki kinerja kabinetnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ternyata empat kali marah tidak juga ada perubahan, kabinetnya berjalan begitu saja," kata dia.
 
Aidil mengatakan tak semua menteri, terutama di bidang ekonomi mampu memberikan yang terbaik dan menunjukkan kinerja yang diharapkan. Bahkan, ada yang justru memperburuk situasi.
 
"Hal ini yang kami lihat terjadi di Kementerian Badan Usaha Milik Negara. Dengan aset Rp8 ribu triliun seharusnya BUMN menjadi penopang utama dan faktor penting bisa ikut memutar roda perekonomian negara," ungkap dia.
 
Baca: Jokowi Diminta Tegas Soal Reshuffle
 
Aidil menjelaskan BUMN memiliki 1.200 anak dan cucu perusahaan dengan tidak kurang 7.200 direksi dan komisaris. Di antaranya terdiri atas BUMN di bidang pertanian, perkebunan, pangan, gula, persenjataan, transportasi, perbankan, pariwisata, industri, kereta api, serta produksi garam.
 
Namun, dalam situasi krisis ekonomi seperti sekarang, BUMN ternyata tidak mampu menjadi benteng ekonomi yang kuat. Alhasil, pertumbuhan ekonomi anjlok menjadi minus 5,32 persen.
 
"Di sisi lain, kenyataan yang kita dalam dua bulan terakhir ini, BUMN justru menjadi kementerian paling gaduh," ujar dia.
 
Pernyataan Menteri BUMN Erick Thohir terkait keengganannya menjadi relawan uji coba vaksin juga sempat viral. Aidil menilai pernyataan itu satu dari sederet blunder dan kegaduhan yang terjadi dua bulan terakhir ini.
 
"Mulai dari pertentangan soal data hutang kementerian, penempatan TNI/Polri aktif, rangkap jabatan direksi dan komisaris BUMN, logo baru BUMN di tengah pandemi, video deklarasi capres 2024, kasus Denny Siregar, polemik seputar transparansi rekrutmen 6.000-7.200 orang direksi dan komisaris BUMN, hingga istilah titipan yang digemborkan Erick Thohir ke media," kata dia.
 
Menurut dia, kegaduhan semua itu tak perlu terjadi jika Erick mampu mengambil keputusan dan mengeluarkan pernyataan. "Pada akhirnya gaduh itu juga tidak mampu memberikan jalan keluar atas PHK (pemutusan hubungan kerja) massal yang terjadi sejak Februari hingga Juli 2020 di 10 BUMN dan menimpa 3.425 karyawan BUMN," tutur dia.
 
Adapun yang tergabung dalam Relawan Bersatu Jaga Jokowi (RBJJ) di antaranya FOREDER, PIB, GRI, Srikandi WLJ, Parasut, GemarJokowi, RJN, Gerima, Perisai, LBP, BMP, TGJ, Forkom Jkw2P, Gaman, Juara Indonesia, LPJ, Kawanua JKT, BRIB, FKPPPN, GETAR, Merdeka, Kecebong NKRI, Gemantara, FIH, Bajunegri Nusantara, Ramijo dan Garnas Indonesia.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif