Fahri Hamzah dan Fadli Zon. Medcom.id
Fahri Hamzah dan Fadli Zon. Medcom.id

Layakkah Fadli Zon dan Fahri Hamzah Dianugerahi Bintang Mahaputera Nararya? Cek di Sini

Nasional hut ri
Medcom • 11 Agustus 2020 15:47
Jakarta: Banyak yang menganggap politikus Fadli Zon dan Fahri Hamzah tak layak diganjar tanda kehormatan Bintang Mahaputera Nararya. Hal ini terlihat usai Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mem-posting rencana pemberian tanda kehormatan tersebut melalui akun resmi Twitter-nya, Senin, 10 Agustus 2020.
 
"Dalam rangka HUT ke-75 RI, Presiden RI akan memberikan bintang tanda jasa kepada beberapa tokoh dalam berbagai bidang. Fahri Hamzah dan Fadli Zon akan mendapat Bintang Mahaputera Nararya," tulis Mahfud.
 
Postingan itu lantas diserbu banyak komentar. Sebagian besar mempertanyakan. Pantauan Medcom.id, banyak dari mereka mempertanyakan apa yang telah dilakukan Fahri dan Fadli.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Hasil dari nyinyir yg tiada henti, Fahri Hamzah dan Fadli Zon pun mendapat Bintang Mahaputra Penghargaan yang sangat aneh bin lucu," tulis warganet @kaZep7.
 
"Bintang apa itu pak utk 2 manusia itu..??? Sekalian juga kasih sama oma kami sarumpaet.. --- biar adil! aduh.. du.du..du manatahan! namax demokrasi tereserahh bp2 sja deh," ujar @YusufNusanatara.
 
"Apa pantas mendapatkan Bintang Mahaputra Nararya?. Dan bisa bikin malu Pemerintah kalau sampai ditolak," tulis @Salmanbreacht.
 
Baca:Fadli Zon dan Fahri Hamzah Ditantang Menolak Pemberian Tanda Jasa
 
Agar bisa lebih jernih melihat, Medcom.id memberikan kesempatan kepada pembaca untuk menyimpulkan sendiri. Apakah keduanya layak mendapat penghargaan tersebut? Tentunya dengan sejumlah alat agar simpulan yang ditarik pembaca lebih objektif.
 
Alat yang bisa menjadi pegangan adalah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 dan Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2010. Keduanya mengatur tentang gelar, tanda jasa, dan tanda kehormatan.

1. Tujuan pemberian tanda kehormatan

Mari kita tengok Pasal 1 ayat 3 UU 20 Tahun 2009. Pasal itu menjelaskan siapa saja yang berhak menerima tanda kehormatan.
 
Berikut isi lengkap pasal tersebut:
 
Tanda Kehormatan adalah penghargaan negara yang diberikan Presiden kepada seseorang, kesatuan, institusi pemerintah, atau organisasi atas darmabakti dan kesetiaan yang luar biasa terhadap bangsa dan negara.
 
Pasal 2 UU tersebut menjelaskan lebih dalam lagi kriteria penerima tanda kehormatan. Isinya adalah:
 
Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan diberikan berdasarkan asas: kebangsaan; kemanusiaan; kerakyatan; keadilan; keteladanan; kehati-hatian; keobjektifan; keterbukaan; kesetaraan; dan timbal balik.
 
Lalu apa tujuan seseorang atau institusi diberikan tanda kehormatan tersebut? Penjelasan rincinya ada di Pasal 3 yang isinya:
 
Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan diberikan dengan tujuan:
a. menghargai jasa setiap orang, kesatuan, institusi pemerintah, atau organisasi yang telah mendarmabaktikan diri dan berjasa besar dalam berbagai bidang kehidupan berbangsa dan bernegara;
b. menumbuhkembangkan semangat kepahlawanan, kepatriotan, dan kejuangan setiap orang untuk kemajuan dan kejayaan bangsa dan negara; dan
c. menumbuhkembangkan sikap keteladanan bagi setiap orang dan mendorong semangat melahirkan karya terbaik bagi kemajuan bangsa dan negara.

2. Siapa yang berhak menilai

Setelah pemerintah menentukan kriteria dan mendapatkan nama-nama yang menjadi kandidat, selanjutnya giliran Dewan Gelar yang bertindak. Definisi Dewan Gelar diatur di dalam Pasal 1 ayat 9. Isinya adalah:
 
Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan adalah dewan yang bertugas memberikan pertimbangan kepada Presiden dalam pemberian gelar, tanda jasa, dan tanda
kehormatan.

3. Seberapa prestisius Bintang Mahaputera Nararya?

Pasal 8 ayat 2 huruf b mengatur tingkatan tanda kehormatan yang diberikan pemerintah. Bintang Mahaputera Nararya ternyata berada di tingkat paling bawah atau tingkat kelima tanda kehormatan berbentuk bintang.Berikut urutannya:
 
Bintang Mahaputera terdiri atas 5 (lima) kelas:
1. Bintang Mahaputera Adipurna;
2. Bintang Mahaputera Adipradana;
3. Bintang Mahaputera Utama;
4. Bintang Mahaputera Pratama; dan
5. Bintang Mahaputera Nararya.

4. Pada momen apa tanda kehormatan bintang diberikan?

Untuk lebih rinci lagi menilai apakah Fadli dan Fahri cocok menerima tanda kehormatan itu, mari kita tengokPeraturan Nomor 35 2010 tentang Pelaksanaan UU No 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.
 
Pasal 62 ayat 1 peraturan itu menerangkan kapan tanda kehormatan bintang itu diberikan. Berikut isi lengkapnya:
 
Pemberian Tanda Kehormatan berupa Bintang Republik Indonesia, Bintang Mahaputera, Bintang Jasa, Bintang Kemanusiaan, Bintang Penegak Demokrasi, dan Bintang Budaya Parama Dharma dilakukan pada peringatan hari-hari besar nasional.

5. Bagaimana cara memberikannya?

Cara pemberian tanda kehormatan bintang diatur di Pasal 68, yakni: Tanda Kehormatan berupa Bintang dipakai dengan cara dikalungkan.

6. Apakah tanda kehormatan itu bisa dicabut?

Sangat bisa. Hal ini jelas diatur di Pasal 80 peraturan tersebut. Disebutkan:
 
(1) Presiden dapat mencabut Tanda Jasa dan/atau Tanda Kehormatan atas usul perseorangan, lembaga negara, kementerian, lembaga pemerintah nonkementerian, Pemerintah Daerah, organisasi, dan/atau kelompok masyarakat.
 
(2) Permohonan pencabutan Tanda Jasa dan/atau Tanda Kehormatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikan oleh pengusul kepada Presiden melalui Dewan disertai alasan dan bukti pencabutan.
 
(3) Usul pencabutan Tanda Jasa dan/atau Tanda Kehormatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terlebih dahulu diteliti, dibahas, dan diverifikasi oleh Dewan dengan mempertimbangkan keterangan dari penerima Tanda Jasa dan/atau Tanda Kehormatan.
 
(4) Dalam melakukan penelitian dan pengkajian usulan pencabutan Tanda Jasa dan/atau Tanda Kehormatan, Dewan meminta pertimbangan dari menteri, pimpinan lembaga negara, atau pimpinan lembaga pemerintah nonkementerian terkait.

 
Baca:Pemberian Tanda Jasa kepada Fadli dan Fahri Disebut Demi Rekonsiliasi
 
Nah, setelah melihat dua aturan tersebut, silakan Pembaca menyimpulkan sendiri. Layakkah Fadli Zon dan Fahri Hamzah diganjar tanda kehormatan Bintang Mahaputera Nararya?
 
(UWA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif