Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo. Medcom.id/Candra Yuri Nuralam
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo. Medcom.id/Candra Yuri Nuralam

Kerap Tak Konsisten, Pemerintah Tak Telan Mentah-Mentah Saran WHO

Nasional Virus Korona
Nur Azizah • 29 Juni 2020 13:05
Jakarta: Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo tak mau langsung mengadopsi mentah-mentah omongan yang dikeluarkan Badan Kesehatan Dunia (WHO). Karena, pernyataan WHO sering berubah-ubah atau tak konsisten.
 
Doni mencontohkan pernyataan WHO soal orang tanpa gejala (OTG) tidak berbahaya. Padahal, kata Doni, OTG merupakan kategori pasien yang harus diawasi.
 
"Pernyataan WHO bahwa OTG itu tidak berisiko. Nah, terakhir itu diperbaiki. Yang dulu dia katakan OTG itu kecil kemungkinan menulari kemudian direvisi," kata Doni kepada wartawan, Jakarta, Senin, 29 Juni 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Doni mengatakan bila pemerintah langsung menelan bulat-bulat pernyataan WHO, dampaknya fatal. Sebab, di Indonesia, hampir 70 persen pasien covid-19 merupakan OTG.
 
"OTG sangat berisiko, apalagi kalau dia menyentuh orang tua dan orang dengan penyakit komorbid (penyerta). Pernyataan WHO itu sering berubah-ubah terus. Kita sudah diskusi, apa enggak salah nih WHO. Ternyata bener diralat lagi sama WHO," ujar Doni.
 
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana ini menegaskan OTG harus tetap menjalani isolasi. Mereka tidak boleh berkomunikasi sembarangan hingga hasil pemeriksaan swab dinyatakan negatif.
 
Baca: WHO: Banyak yang Tidak Diketahui tentang Penyebaran Covid-19 tanpa Gejala
 
Hingga Minggu, 28 Juni 2020, jumlah kasus positif di Indonesia telah mencapai 54.010 kasus. Sementara itu, kasus sembuh secara nasional sebanyak 22.936 orang dan pasien meninggal menjadi 2.754 orang.
 

(AZF)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif