Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko. Foto: MI
Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko. Foto: MI

Jokowi Berani Ambil Risiko

Nasional presiden jokowi Omnibus Law Demo Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja
Nur Azizah • 21 Oktober 2020 18:43
Jakarta: Presiden Joko Widodo dinilai berani mengambil kebijakan. Meski kebijakannya menimbulkan caci maki.
 
"Ada dua tipe pemimpin, yang pertama adalah menikmati kemenangan yang sudah didapat. Kedua, yang mengambil keputusan yang tidak populer," kata Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Kantor Staf Presiden, Jakarta Pusat, Rabu, 21 Oktober 2020.
 
Moeldoko menyebut Jokowi lebih memilih kebijakan yang tak populer. Namun, kebijakan itu untuk kepentingan bangsa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Beliau lebih mementingkan masa depan Indonesia yang lebih baik. Untuk itu lah presiden sebagai pemimpin yang siap mengambil risiko untuk kepentingan generasi yang akan datang," ujarnya.
 
Baca: Jokowi Tegur Komunikasi Publik Istana yang Buruk
 
Salah satu kebijakan Jokowi yang tak populer, ialah Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker). Kebijakan itu menimbulkan banyak penolakan hingga rentetan demonstrasi.
 
Hal senada juga disampaikan Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah. Jokowi disebut berani mengambil keputusan. Padahal, kata Ida, Jokowi bisa saja memilih kebijakan yang lebih aman di periode kedua ini.
 
"UU Ciptaker merupakan terobosan untuk mentransformasi situasi, yang digagas Pak Jokowi saat baru dilantik. Karena targetnya untuk mengubah, maka pasti ada risiko penolakan. Tapi Pak Jokowi memilih menjalani risiko itu," kata Ida dalam keterangan tertulisnya.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif