Presiden Joko Widodo dalam pembukaan sidang IPU di Bali. Foto: BPMI Setpres.
Presiden Joko Widodo dalam pembukaan sidang IPU di Bali. Foto: BPMI Setpres.

Presiden Kembali Singgung Pendanaan Program Perubahan Iklim

Indriyani Astuti • 20 Maret 2022 22:16
Bali: Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menyinggung pendanaan untuk program perubahan iklim. Menurut Jokowi, hingga saat ini aksi nyata dari perubahan iklim belum terlihat.
 
"Perubahan iklim, hal yang sering kita lakukan, sering kita bicarakan, sering diputuskan di dalam pertemuan global. Tapi aksi lapangannya belum kelihatan," kata Jokowi saat membuka Sidang Inter-Parliamentary Union (IPU) 144 di Bali Convention Center, Nusa Dua, Bali, Minggu, 20 Maret 2022.
 
Ia mencontohkan transisi energi dari fosil menuju energi baru terbarukan yang terkendala teknologi dan pendanaan. Bagi negara berkembang, kata Jokowi, transisi energi sulit diterapkan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kepala Negara menyatakan hal yang perlu dibicarakan kembali dalam agenda perubahan iklim adalah pendanaan. Selain itu, investasi dalam energi baru dan terbarukan serta transfer teknologi. 
 
"Kalau ini tidak riil dilakukan, sampai kapan pun saya pesimistis yang namanya perubahan iklim betul-betul tidak dapat kita cegah," ucap Presiden.
 
Baca: Presiden: Aksi Nyata Transisi Energi Kunci Atasi Perubahan Lingkungan
 
Presiden mengungkapkan Indonesia memiliki potensi yang melimpah untuk energi terbarukan, antara lain hydropower karena memiliki 4.400 sungai. Potensi lainnya, geothermal dengan 29 ribu megawatt, energi angin, arus bawah laut, dan energi matahari. Presiden mengajak negara lain untuk berinvestasi.
 
"Tapi perlu sebuah investasi yang besar, perlu transfer teknologi dan pendanaan global yang serius didukung oleh internasional. Kalau itu hanya kita bicarakan dari tahun ke tahun dan tidak ada keputusan, saya pesimistis, bahwa yang namanya perubahan iklim tidak bisa kita cegah sama sekali," ucap Jokowi
 
Presiden akan sangat menghargai apabila seluruh parlemen yang merupakan anggota IPU, bisa memobilisasi kebijakan itu bersama-sama pemerintah di negara masing-masing. Dari sana, diharapkan muncul keputusan dan aksi nyata.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif