RUU Terorisme Diharapkan Buat Pemerintah Lebih Reaktif
Ilustrasi. Medcom.id/Mohammad Rizal.
Jakarta: Mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Irjen Pol (Purn) Ansyaad Mbai menyambut baik revisi Undang-undang Terorisme. Ia berharap RUU Terorisme bisa pemerintah lebih reaktif menghadapi terorisme.

"Maksud undang-undang diajukan, direvisi, agar selama ini kita reaktif, kalau terjadi bom mulai, terlalu lambat," kata Ansyaad saat ditemui di Markas Polda Metro Jaya, Jakartan, Kamis, 24 Mei 2018.

Menurut Mbai, aparat sejatinya telah memiliki data jaringan kelompok teroris mulai dari Jamaah Islamiyah (JI), Jamaah Ansharut Tauhid (JIT), hingga Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Namun, selama ini aparat sulit menindak atau mencegah para terduga teroris karena minim payung hukum. 


"Sudah seribu lebih, tapi masih banyak aktif. Kenapa? Dulu orang orang itu diketahui JI, JAT, JAD, tetapi tidak bisa dipidana. Itulah sebabnya Polri mengajukan tolong undang-undang dirubah," ujarnya. 

Mbai pun menilai tak perlu ada pertentangan berlebihan soal revisi UU Terorisme. Apalagi, melebarkan isu dan menjadikan RUU Terorisme sebagai komoditas politik. 

"Anehnya fokusnya bergeser di pansus itu, yang diributkan bahkan urusan TNI-Polri, padahal TNI-Polri baik-baik saja, tak ada masalah. Di sana dipolitisasi. Saya kira kita perlu memperhatikan itu," kata Mbai.






(AGA)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id