Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf AMin. MI/Ramdani.
Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf AMin. MI/Ramdani.

Layanan Pengaduan Kekerasan Terhadap Anak Harus Dibenahi

Nasional kekerasan anak
Damar Iradat • 09 Januari 2020 14:48
Jakarta: Presiden Joko Widoodo memerintahkan sistem pelaporan dan layanan pengaduan kekerasan terhadap anak dibenahi. Korban, keluarga, dan masyarakat harus tahu ke mana harus melapor.
 
"Nomor layanannya berapa yang jelas dan mudah diketahui. Tentu saja dengan akses pelaporan yang mudah serta yang paling penting adalah mendapatkan respons yang secepat-cepatnya," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas penangan kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis, 9 Januari 2020.
 
Jokowi ingin jajarannya memprioritaskan aksi pencegahan yang melibatkan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Aksi pencegahan dapat dilakukan dengan berbagai metode kampanye, sosialisasi, dan edukasi masyarakat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sosialisasi dipercaya bakal menimbulkan kepedulian sosial masyarakat terhadap masalah kekerasan kepada anak. Jokowi meminta kementerian terkait merombak manajemen penanganan kasus kekerasan terhadap anak. Penanganan kasus harus lebih cepat, terintegrasi, dan komprehensif.
 
"Bila perlu one stop service, mulai dari layanan pengaduan pendampingan dan mendapatkan layanan kesehatan," ujarnya.
 
Kepala Negara juga ingin penegakan hukum memberikan efek jera kepada pelaku pedofilia dan kekerasan seksual terhadap anak. Dari beberapa jenis kekerasan yang dilaporkan, kekerasan seksual menempati posisi teratas diikuti kekerasan psikis dan fisik.
 
"Dan juga layanan mendapatkan bantuan hukum sangat penting sekali diberikan, dan yang terakhir rehabilitasi sosial dan reintegrasi sosial kembali," jelas mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
 
Sistem pelaporan Simfoni Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA) mencatat jumlah kasus kekerasan terhadap anak baik secara seksual, emosional, dan fisik, meningkat selama 2015-2016. Sebanyak 6.820 kasus kekerasan terhadap anak terjadi pada 2016, meningkat dari 2015 sekitar 1.975 kasus.
 
"Belajar dari data itu saya yakin fenomena kekerasan terhadap anak merupakan fenomena gunung es yang selama ini tidak pernah terlaporkan dan hanya sebagian kecil kasus yang dilaporkan," jelas Kepala Negara.
 

 
(DRI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif