Ilustrasi. Foto: Antara/Arys
Ilustrasi. Foto: Antara/Arys

Pemerintah Diminta Membentuk Dewan Rakyat Papua

Nasional Kerusuhan Manokwari
Fachri Audhia Hafiez • 14 September 2019 01:45
Jakarta:Sejumlah kelompok perwakilan mahasiswa Papua mendorong pemerintah membentuk wadah baru yakni Dewan Rakyat Papua (DRP).Majelis Rakyat Papua (MRP) dinilai tak mampu mewakili aspirasi masyarakat Papua.
 
"Ada proteksi terhadap masyarakat asli Papua yang bisa diakomodir dalam satu wadah yang baik dari sebelumnya, usulan kami DRP," kata Agustinus usai berdialog dengan keluarga Presiden ke-4 Indonesia Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di Ciganjur, Jakarta Selatan, Jumat, 13 Desember 2019.
 
Agustinus menjelaskan, Majelis Rakyat Papua (MRP) yang telah dibentuk dinilai tidak merepresentasikan masyarakat, suku serta marga Papua. Dia mengharapkan pemerintah mengakomodir terbentuknya DRP yang diisi dari kalangan kecil sekalipun rakyat Papua.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mahasiswa Papua lainnya, Ali Malopen, mengatakan, perekrutan MRP melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Daerah masih tak murni mewakili semua suku yang ada di Papua. Hal itu diyakini penyebab masyarakat Papua masih belum satu suara terkait polemik di Bumi Cenderawasih.
 
"Makanya kita menggagas DRP yang proses seleksinya melalui adat yang diisi oleh perwakilan suku, dan marga bahkan sampai sub-sub marga sehingga jauh dari birokrasi," ujar Ali.
 
Putri Gus Dur Yenny Wahid mengatakan pihaknya akan memberikan pendampingan kepada mahasiswa Papua guna tercapainya DRP. Bagi Yenny ingin membawa semangat Gus Dur dalam menangani konflik Papua.
 
"Kita mendorong dialog jujur dan bermartabat. Baik itu antar masyarakat Papua dan dengan pemerintah. Jangan sampai ada lagi yang merasa tidak terwakili. Tadi ada usulan DRP yang bisa menjadi representasi, tentunya itu memerlukan proses panjang namun bisa dilakukan," ujar Yenny.
 
Pemerintah Diminta Membentuk Dewan Rakyat Papua
Sejumlah perwakilan mahasiswa Papua di kediaman keluarga Gus Dur. Foto: Medcom.id/Fachrie Audhia Hafiez
 
Sejumlah perwakilan mahasiswa Papua menyambangi kediaman keluarga Gus Dur di Ciganjur, Jakarta Selatan. Mereka diterima Yenny dan istri Gus Dur, Sinta Nuriyah. Pertemuan yang dihadiri masyarakat Papua dari kalangan mahasiswa asal Bandung, Jawa Barat, Malang, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) itu membahas penanganan ketegangan di Papua.
 

(AGA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif