Presiden Joko Widodo, Wapres Ma'ruf Amin dan wakil menteri Kabinet Indonesia Maju. Foto: Damar
Presiden Joko Widodo, Wapres Ma'ruf Amin dan wakil menteri Kabinet Indonesia Maju. Foto: Damar

Posisi Wamen Obati Kekecewaan Pendukung Jokowi-Ma'ruf

Nasional Kabinet Jokowi-Maruf
Antara • 27 Oktober 2019 12:48
Jakarta: Direktur Sinergi masyarakat untuk demokrasi Indonesia (Sigma) Said Salahudin menilai langkah Presiden Joko Widodo melantik 12 wakil menteri sudah tepat. Ini bisa mengobati para pendukungnya yang kecewa tidak mendapatkan kursi menteri.
 
"Presiden punya banyak cara untuk mengobati kekecewaan dari 266 anggota parpol, relawan, serta ormas pendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf yang urung diangkat menjadi
menteri. Salah satunya, Presiden bisa mengangkat mereka menjadi wakil
menteri," kata Said seperti yang dilansir dari Antara, Jakarta, Minggu, 27 Oktober 2019.
 
Said mengatakan kejujuran presiden yang mengungkapkan ada 300 nama yang diajukan sebagai calon menteri oleh partai politik, relawan, serta ormas pendukungnya jugapatut diapresiasi. Kejujuran Presiden, menurut dia telah mengungkap tabir bahwa dukungan parpol dan relawan Jokowi-Ma'ruf bukan tanpa syarat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sebab, kalau dukungan politik yang pernah mereka berikan itu murni tanpa syarat, mengapa harus aktif mengajukan 300 nama calon menteri kepada Presiden? Seharusnya mereka pasif saja, kalau presiden minta, baru mengajukan nama," ujarnya.
 
Menurut Said, kalau para pendukung Jokowi tetap mengharapkan jabatan, presiden bisa memberikan jatah kursi wakil menteri. Tidak ada peraturan perundang-undangan yang membatasi jumlah wamen.
 
Namun, Presiden harus siap menerima kritik dari masyarakat. "Presiden berwenang membuat penilaian bahwa kementerian memiliki beban kerja yang membutuhkan penanganan secara khusus dan hanya itu satu-satunya syarat pengangkatan wamen yang ditentukan dalam
Undang-Undang Kementerian Negara," katanya.
 
Said menjelaskan, untuk menghindari tudingan mengobral jabatan sebagai hadiah politik, maka presiden bisa menjelaskan kepada masyarakat. Caranya, dengan membuat job analysis dan job spesification posisi wamen menggunakan ilmu cocoklogi.
 
"Pokoknya bagaimana caranya pendukung yang kecewa karena tidak menduduki kursi wakil di semua kementerian, sehingga terserah Presiden ingin mengobati kekecewaan para pendukungnya atau tidak," ungkapnya.
 

(NUR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif