Presiden Joko Widodo bersama pimpinan negara Asia Timur di East Asia Summit, Bangkok, Thailand, Senin, 4 November 2019. Istana Kepresidenan/Rusman.
Presiden Joko Widodo bersama pimpinan negara Asia Timur di East Asia Summit, Bangkok, Thailand, Senin, 4 November 2019. Istana Kepresidenan/Rusman.

Indonesia Tegas Tolak Limbah Sampah dari Luar Negeri

Nasional sampah
Dheri Agriesta • 04 November 2019 19:49
Bangkok: Presiden Joko Widodo angkat bicara terkait beberapa negara ASEAN yang menerima limbah bahan berbahaya dan beracun dari negara Asia Timur. Presiden Jokowi menegaskan Indonesia menolak menerima limbah sampah dari luar negeri.
 
“Tentunya kita semua tidak ingin kawasan Asia Tenggara, menjadi tempat pembuangan limbah bahan berbahaya dan beracun,” kata Presiden Jokowi ketika berbicara pada KTT ke-14 Asia Timur yang berlangsung di Impact Exhibition and Convention Center, Bangkok, Thailand, Senin, 4 November 2019.
 
Presiden mengatakan pengiriman limbah berbahaya itu melanggar aturan internasional mengenai limbah plastik dan limbah beracun berbahaya. Jokowi pun menyampaikan usulan kerja sama penanganan limbah B3 dan sampah plastik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Usulan itu meliputi kerja sama di bidang infrastruktur dan konektivitas di Indo-Pasifik. Presiden menjelaskan Indonesia telah memberitahukan sikap penolakan limbah sampah plastik kepada setiap perwakilan negara sahabat di Jakarta.
 
Indonesia juga telah mengembalikan beberapa kontainer berisi limbah sampah plastik dan limbah B3 dari luar negeri. Presiden juga menyebut telah menindak sejumlah pihak yang terlibat di dalam negeri.
 
“Indonesia mengharapkan kerja sama dengan negara di dunia, termasuk negara di kawasan Asia Timur. Untuk pencegahan pengiriman ilegal limbah B3 sesuai dengan kesepakatan internasional,” jelas Presiden.
 
Selain limbah B3, kawasan Asia Timur juga menghadapi tantangan sampah plastik laut. Presiden mengingatkan sampah itu akan merusak ekosistem laut di kawasan Indo-Pasifik jika tak segera diatasi.
 
“Tahun lalu, kita sepakat menanggulangi sampah plastik laut termasuk mendorong negara Asia Timur untuk memiliki rencana aksi nasional memerangi sampah plastik laut,” kata Presiden.
 
Presiden juga memamerkan langkah Indonesia menangani sampah laut dari hulu ke hilir. Ia optimistis Indonesia bisa mengurangi sampah laut hingga 70 persen pada 2025.
 
"Saya berpandangan negara Asia Timur harus dapat mendorong gerakan global anti sampah plastik,” ujar Presiden.
 
Jokowi menegaskan gerakan global ini butuh dukungan dari seluruh pihak seperti aktivis lingkungan, swasta, dan pemuda. Ia berharap negara kawasan Asia Timur konsisten mendukung upaya itu.
 
“Saya berharap negara di kawasan Asia Timur tetap konsisten dalam memerangi sampah plastik dan limbah berbahaya,” ucap Presiden.
 
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menjelaskan sebanyak 2.194 kontainer limbah sampah tercatat di Bea Cukai Indonesia hingga Oktober 2019. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama Bea Cukai sudah memeriksa 882 kontainer.
 
"Dan 374 kontainer sudah dikembalikan ke negara asalnya,” jelas Retno.
 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif