Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin bersama jajaran menterinya. Antara/Puspa P
Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin bersama jajaran menterinya. Antara/Puspa P

Reshuffle Kabinet Momentum Penghargaan dan Hukuman

Nasional reshuffle kabinet
Theofilus Ifan Sucipto • 23 Juli 2020 17:54
Jakarta: Wacana reshuffle kabinet Presiden Joko Widodo diusulkan sebagai sarana pertanggungjawaban menteri. Reshuffle bisa dijadikan momen penghargaan dan hukuman.
 
"Itu (reshuffle) bagian dari reward dan punishment terhadap kinerja menteri masing-masing," kata politikus Partai NasDem Saan Mustopa dalam diskusi virtual di Jakarta, Kamis, 23 Juli 2020.
 
Saan mengatakan saat ini Jokowi dan menterinya harus solid. Sebab, salah satu pekerjaan rumah pemerintah adalah mengembalikan kepercayaan publik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dalam kondisi ini dibutuhkan konsolidasi dan sinergi semua komponen," tegas Saan.
 
Baca:Jokowi Butuh Menteri Eksekutor
 
Reshuffle kabinet, kata Saan, sebaiknya dilakukan saat kondisi negara sudah membaik. Hal itu untuk mencegah kegaduhan baru.
 
"Jangan sampai ketika wacana reshuffle digulirkan, malah memperparah masalah yang ada," tutur Wakil Ketua Komisi II DPR itu.
 
Presiden Joko Widodo meluapkan kekesalannya kepada para menteri dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Kamis, 18 Juni 2020. Jokowi kesal pembantunya tak menganggap Indonesia mengalami krisis di tengah pandemi covid-19 (korona).
 
Dia makin kesal lantaran kinerja beberapa kementerian tak maksimal. Bahkan, Jokowi menyebut sama sekali tak ada progres.
 
Jokowi berkali-kali menegaskan para menteri mesti bekerja luar biasa (extraordinary). Hal ini ditunjukkan dengan penerbitan kebijakan yang berorientasi pada masa krisis.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif