Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini. Medcom.id/M Sholahadhin Azhar
Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini. Medcom.id/M Sholahadhin Azhar

Pilkada 2020 Harus Berdamai dengan Pandemi

Nasional Virus Korona Pemilu Serentak 2020
Kautsar Widya Prabowo • 17 Mei 2020 18:54
Jakarta: Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) menyebut pemerintah memerlukan proses pemilihan umum yang akan datang perlu berdamai dengan virus korona (covid-19). Sehingga, Pemilu Serentak 2020 dapat terseleggara dengan baik.
 
Direktur Eksekutif Purledem Titi Anggraini menjelaskan, proses tersebut dapat terwujud dengan dukungan waktu, sumber daya, dan regulasi yang mendukung. Serta kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dalam mengatasi covid-19.
 
"Untuk bisa damai itu kita perlu waktu. Karena kita perlu beradaptasi dan melakukan pembiayaan," ujar Titi, dalam diskusi virtual, Minggu, 17 Mei 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jangan sampai langkah yang diambil pemerintah ketika pengetahuan dan waktu beradaptasi dengan covid-19 tidak mencukupi. Hal tersebut sama dengan bunuh diri.
 
"Ibarat di medan perang kita langsung menyerahkan diri ke hadapan musuh tanpa proposal damai yang jelas gitu," tuturnya.
 
Baca: Penyelenggaraan Pilkada Tak Dipaksakan Desember 2020
 
Kemudian terkait waktu, membuat pemerintah memikirkan secara matang regulasi yang mendukung penyelenggaran pilkada sesuai dengan protokol penanganan covid-19. Mengingat banyak tahapan pilkada yang menimbulkan kerumunan massa. Bertolak belakang upaya memotong rantai penyebaran pandemi virus itu.
 
"Aktivitas pilkada tidak hanya saat Hari-H pemungutan suara. Sebelum itu sudah ada aktivitas-aktivitas pengumpulan massa, menyaratkan partisipasi, menyaratkan keterlibatan publik, menyaratkan transparansi dan menyaraatkan sebagainya," jelasya.
 
Lebih lanjut upaya berdamai tersebut telah dibuktikan pada dua negara yang telah berhasil menyelenggarakan pemilu di tengah pandemi covid-19. Yaitu di Korea Selatan dan Bavaria, Jerman. Mereka melakukan penyesuaian dengan kondisi yang mereka hadapi di negaranya masing-masing.
 
"Di Bavaria mereka bisa sukses pemilu lokal karena semua pemungutan suara itu tidak pergi ke TPS, melainkan dilakukan melalui postal voting. Nah untuk menuju kesana untuk bisa damai itu kita perlu waktu. Karena kita perlu beradaptasi dan melakukan pembiayaan," jelasnya.
 
Baca: Tugas Berat Penyelenggaraan Pilkada 202024
 

(SUR)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif