Monas, simbol ibu kota  Jakarta. Foto: Medcom.id/Dhaifurrakhman Abas.
Monas, simbol ibu kota Jakarta. Foto: Medcom.id/Dhaifurrakhman Abas.

Otoritas Khusus Diperlukan Demi Siapkan Pemindahan Ibu Kota

Nasional pemindahan ibukota
Suci Sedya Utami • 04 Mei 2019 15:20
Jakarta: Presiden Joko Widodo dinilai perlu membentuk otoritas khusus di luar kementerian dan lembaga (K/L) untuk menyiapkan rencana pemindahan ibu kota. Saat ini, kajian pemindahan memang sedang digarap Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN) Bappenas.
 
Direktur Eksekutif Komite Pemantau Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) Robert Endi Jaweng mengatakan tugas K/L saat ini masih banyak. Apalagi, Bappenas sedang merancang rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) dan rencana kerja pemerintah (RKP) untuk periode selanjutnya.
 
"Penting sekali ada satu badan khusus yang memberikan perhatian untuk menyiapkan segalanya sebab enggak bisa dilakukan satu kementerian saja," kata Robert dalam diskusi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu, 4 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Robert mengatakan pemindahan ibu kota bukan hanya isu sederhana. Rencana ini membutuhkan perhatian khusus. Untuk itu, menurut dia, Presiden membutuhkan alat bantu kerja berupa otoritas tersebut untuk mempersiapkan pemindahan tersebut.
 
"Nantinya dia (otoritas itu) yang akan menyiapkan segalanya," tutur Robert.
 
Dirinya mengatakan otoritas tersebut mesti diisi oleh banyak perwakilan yang mewakili kekuatan politik di negeri ini. Lembaga riset serta sektor akademisi termasuk di dalamnya.
 
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas (ratas) mengenai rencana pemindahan ibu kota. Presiden ingin rencana pemindahan ibu kota dikerjakan dengan serius.
 
Baca: Pemindahan Ibu Kota Perlu Dituangkan dalam GBHN
 
Saat membuka ratas, Kepala Negara mengatakan pemindahan ibu kota harus dilakukan secara visioner. Jangan sampai rencana ini hanya menjadi rencana jangka pendek.
 
"Kita harus berbicara tentang kepentingan yang lebih besar untuk bangsa, negara, dan kepentingan visioner dalam jangka yang panjang sebagai negara besar dalam menyongsong kompetisi global," kata Jokowi.
 
Menurut dia, rencana pemindahan ibu kota ini juga harus bisa menjawab sejumlah pertanyaan. Salah satunya, apakah di masa yang akan datang DKI Jakarta sebagai ibu jota negara mampu memikul dua beban sekaligus, sebagai pusat pemerintahan dan layanan publik sekaligus pusat bisnis.

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif