Wakil Presiden Ma'ruf Amin - - Dok Setwapres
Wakil Presiden Ma'ruf Amin - - Dok Setwapres

Wapres: Teladani Lima Langkah Rasulullah dalam Hijrah

Nasional maulid nabi maruf amin
Andhika Prasetyo • 30 Oktober 2020 01:56
Jakarta: Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW harus dimanfaatkan sebagai momentum refleksi dan hikmah luhur dalam membangun rumah tangga, masyarakat, bangsa, dan negara. Rasulullah memiliki sifat-sifat terpuji sejak usia muda dan kecerdasan yang luar biasa. Sehingga, Rasulullah yang paling pantas dijadikan teladan dan role model dalam semua hal.
 
“Dalam kesempatan Maulidurrasul ini, mari kita sebagai umat sayidina Muhammad mencontoh dan meneladani sifat dan karakter beliau. Dengan demikian, kehadiran kita menjadi suluh bagi orang lain,” ujar Wakil Presiden Ma’ruf Amin pada acara Maulid Akbar di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis, 29 Oktober 2020.
 
Dalam perjalanannya, Nabi Muhammad membuktikan perubahan peradaban dari masyarakat yang diliputi kebodohan menuju umat terbaik dapat dilakukan. Rasulullah berhasil memimpin perubahan yang fundamental tersebut hanya 23 tahun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mantan Rais Aam PBNU itu menuturkan ada lima hal penting yang dilakukan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan perubahan di masa perjalanannya. Pertama, memperbaiki akhlak dan mental. Itu menjadi prioritas karena merupakan fondasi umat terbaik.
 
Wapres menyitir hadis Nabi yang berbunyi, sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak. Kedua, Nabi dapat mempersatukan suku-suku yang bermusuhan dengan cara yang elegan. Di awal masa kenabian, ungkap Ma'ruf, masyarakat Arab terfragmentasi dalam beberapa suku yang tiap-tiap dari mereka memiliki fanatisme golongan yang kuat.
 
“Supremasi suku diukur dari dominasi kekuatan tempurnya, disusul supremasi ekonomi. Antarsuku berebut pengaruh dan saling menundukkan. Jika kekuatan berimbang, permusuhan antarsuku bisa berlangsung lama,” paparnya.
 
Ketiga, lanjut Ma'ruf, Rasulullah berhasil mempersaudarakan kaum Muhajirin yang hijrah dari Makkah ke Madinah dan kaum Anshar yang merupakan tuan rumah di Madinah. Berbagai kebutuhan kaum Muhajirin pada saat itu dipenuhi para sahabat Anshar dengan sukarela.
 
“Rasulullah datang membawa ajaran perbedaan suku seharusnya tidak menjadi penyebab terjadinya permusuhan dan peperangan, tetapi seharusnya menjadi kekuatan untuk saling mengenal dan bekerja sama. Permusuhan harusnya dilakukan bukan karena perbedaan suku, tapi atas kejahatan dan kezaliman,” tegasnya.
 
Baca: Peringati Maulid Nabi, Jokowi Menyelami Kisah Kelahiran Rasulullah
 
Keempat, penegakan keadilan hukum. Nabi sangat menekankan semua orang mempunyai kedudukan yang sama di depan hukum.
 
“Setiap kejahatan yang dilakukan oleh siapa saja pasti diproses hukum sesuai dengan kadar kesalahannya. Rasulullah telah menjalankan secara konsisten kesetaraan di hadapan hukum yang saat ini kita kenal sebagai salah satu prinsip hukum,” jelasnya.
 
Terakhir, Nabi merombak sistem ekonomi berbasis riba. Nabi juga meletakkan dasar sistem ekonomi yang berkeadilan dan berakhlak.
 
Sejak muda, Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai pelaku bisnis yang andal dan terpercaya. Aktivitas ekonomi yang diajarkan Nabi tidak semata untuk menumpuk pendapatan, tetapi juga diimbangi dengan pemerataan pemanfaatan. Optimalisasi kepemilikan aset diperbolehkan, selama tetap menjaga keseimbangan agar kekayaan tidak dimonopoli pihak tertentu.
 
“Rasulullah sangat memperhatikan pemerataan ekonomi. Itu menjadi salah satu pilar perubahan masyarakat yang dilakukan beliau. Kesenjangan ekonomi yang lebar bisa menjadi bom waktu terjadinya kerusuhan sosial yang pada gilirannya bisa menghancurkan negeri tersebut,” tuturnya.
 
Ma'ruf mengajak seluruh masyarakat, terutama kaum muslim di Tanah Air, bisa meneladani lima pilar langkah nabi tersebut. Semua itu harus digelorakan sebagai inspirasi gerakan nasional menuju Indonesia Maju, meski Indonesia masih menghadapi tantangan pandemi covid-19.
 
“Kita bangsa Indonesia yang bagian terbesar penduduknya beragama Islam sangat layak untuk meneladani yang telah beliau lakukan. Dengan demikian, bangsa kita bisa bangkit dan menjadi bangsa terbaik di masa mendatang,” ujarnya.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif