Ketua Bawaslu Abhan. Foto: Medcom.id/Whisnu Mardiansyah
Ketua Bawaslu Abhan. Foto: Medcom.id/Whisnu Mardiansyah

Sanksi Administrasi Dinilai Kurangi Sengketa di MK

Nasional pilkada pemilu
Whisnu Mardiansyah • 05 Desember 2019 17:01
Jakarta: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menginginkan pelanggar pemilu diberikan sanksi administrasi pada Pemilu Serentak 2024. Sanksi administrasi dinilai mampu menekan jumlah sengketa pemilu di Mahkamah Konstitusi (MK).
 
"2019 ini kewenangan kami melakukan penanganan administrasi dalam proses pemilu bisa mengurangi sengketa ke MK," kata Ketua Bawaslu Abhan dalam Konferensi Nasional Pengawasan dan Penegakan Keadilan Pemilu di Hotel Sahid, Jakarta Pusat, Kamis, 5 Desember 2019.
 
Abhan menuturkan, jumlah gugatan di MK mencapai 900 kasus pada Pemilu 2014 dengan 14 partai politik peserta pemilu. Jumlah itu bisa ditekan hingga 300 gugatan sengketa hasil pemilu pada Pemilu 2019 dengan 16 partai politik peserta pemilu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Karena proses ini sudah sebagian kita selesaikan dengan kewenangan administrasi yang diberikan kepada Bawaslu. Kita lihat sidang MK sendiri kan hakim menyatakan ini sudah diselesaikan Bawaslu," beber Abhan.
 
Abhan mengatakan sengketa hasil pemilu mayoritas didominasi hasil suara. Sengketa seharusnya cukup diselesaikan di Bawaslu tidak perlu sampai ke MK. Dengan kewenangan administrasi yang lebih luas, bukan tidak mungkin jumlah sengketa di MK bisa ditekan.
 
"Karena sengketa yang diuji paling soal hasil. Prosesnya kan kita yang dari awal. Dari TPS dan tingkat kecamatan dan sebagainya. Catatan kami memang perlu memperkuat Bawaslu dalam penanganan administrasi," jelas Abhan.
 
Bawaslu menyadari sanksi pidana pemilu tak mengurangi jumlah pelanggaran kasus pemilu. Bawaslu ingin lebih banyak sanksi administrasi ketimbang sanksi pidana di Pemilu Serentak 2024.
 
"Dari data empiris harus diperkuat kewenangan Bawaslu dalam pelanggaran administrasi. Jadi beberapa pasal pidana mungkin harus tidak terlalu banyak," kata Abhan.
 

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif