Pengamat politik Ujang Komarudin. Foto: Medcom.id/Cindy
Pengamat politik Ujang Komarudin. Foto: Medcom.id/Cindy

Gerindra Mengutamakan Kekuasaan Jika Merapat ke Jokowi

Nasional kabinet jokowi
M Sholahadhin Azhar • 12 Oktober 2019 20:13
Jakarta: Sinyal kuat Gerindra untuk merapat dikritisi. Pengamat politik Ujang Komaruddin menyebut partai pimpinan Prabowo Subianto itu akan menggadaikan kepercayaan rakyat jika benar merapat.
 
"Jadi masuknya Gerindra ke koalisi Jokowi sebagai bagian dari ingin merapat atau mendapat bagian kekuasaan," kata Ujang saat dihubungi, Sabtu, 12 Oktober 2019.
 
Padahal, sikap konsistensi Gerindra sebagai oposan membuat konstituen menjatuhkan pilihannya pada Pemilu 2019. Ujang menyebut Prabowo akan menuai dampak berat jika mengubah sikap politiknya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Artinya, Gerindra murni mengincar kekuasaan, bukan menuntaskan janji-janji berjuang untuk kepentingan rakyat. Prabowo juga harus siap kehilangan dukungan 68 juta rakyat Indonesia yang mendukungnya di Pilpres 2019.
 
"Harusnya Gerindra jadi oposisi saja. Karena pendukungnya banyak yang menginginkan Gerindra berada di luar kekuasaan," kata Ujang.
 
Menurut dia, menjadi oposisi sama terhormatnya dengan berkuasa. Bahkan menjadi oposisi lebih terhormat, karena bisa mengingatkan pemerintah ketika salah jalan dan salah arah.
 
Ujang mengutip pernyataan politisi Britania Raya, Lord Acton, yang menyoal tentang kekuasaan koruptif, jika berjalan tanpa pengawasan.
 
"Dan kekuasaan yang absolut kecenderungan penyalahgunaannya pun akan mutlak," kata Ujang.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif