Pilpres 2019 Demokrat tak Jadi Penyeimbang
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono--MI/Bary Fathahilah
Jakarta: Pemilu 2014 lalu, Partai Demokrat mengambil garis politik sebagai penyeimbang. Partai Berlambang bintang mercy ini tidak mendukung salah satu calon presiden.

Namun, langkah berbeda akan diambil partai politik (parpol) besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Demokrat dipastikan tidak akan menjadi parpol penyeimbang di Pilpres 2019.
 
SBY menyampaikan Partai Demokrat telah melakukan komunikasi politik ke semua parpol. Termasuk partai pendukung Presiden Joko Widodo. Tujuannya untuk mencari mitra koalisi dan menjaring nama-nama potensial yang bisa diusung oleh parpolnya.

"Sebagai contoh komunikasi Partai Demokrat dengan Presiden Jokowi ditandai dengan komunikasi saya dengan Pak Jokowi terjalin, beberapa kali saya bertemu dengan Pak Jokowi," kata Ketua Umum Demokrat SBY melalui unggahan video di situs YouTube, Jumat, 13 Juli 2018.


Baca: Jokowi: Saya Seorang Demokrat

Dalam satu bulan terakhir komunikasi politik juga terjalin antara Partai Demokrat dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. "Juga capres potensial, juga kami lakukan. Meskipun saya belum bertemu langsung dengan Pak Prabowo," lanjutnya.

Partai Demokrat tidak menutup peluang bergabung mendukung Pemerintahan Joko Widodo. "Opsi pertama, Demokrat mengusung calon petahana yakni Joko Widodo," ucap SBY.

Kedua, Demokrat punya opsi mengusung Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Opsi terakhir, Demokrat mengusung calon di luar dua itu jika peluangnya masih terbuka.

Baca: Kader Partai Demokrat Dilarang Jadi Menteri Jokowi-JK

Dia mengatakan pihaknya juga tetap melakukan komunikasi dengan parpol-parpol yang bisa membentuk poros ketiga di luar Jokowi dan Prabowo. Dari hasil penjajakan ini, Majelis Tinggi sepakat menetapkan tiga opsi. "Apabila poros ketiga bisa kita bentuk, maka berarti Demokrat akan mengusung capres lain selain Pak Jokowi dan Pak Prabowo," kata SBY.

Baca: Demokrat Klaim Duet Prabowo-AHY Sudah Matang

SBY menyampaikan, opsi tersebut adalah hasil sidang Majelis Tinggi Partai Demokrat. Dan selama empat minggu ke depan Majelis Tinggi akan menggodok dan mematangkan opsi terbaik untuk partainya.

Pilpres 2014, Partai Demokrat tidak masuk dalam dua koalisi Partai, yaitu Koalisi Merah Putih dan Koalisi Indonesia Hebat.

Koalisi Merah Putih adalah parpol yang menjadi pengusung pasangan Prabowo-Hatta dalam Pemilhan Presiden (Pilpres) 2014. Parpol yang tergabung dalam koalisi itu adalah Partai Gerindra, Golkar, PAN, PKS, dan PPP.

Sementara Koalisi Indonesia Hebat pendukung pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla adalah PDIP, NasDem, PKB, dan Hanura.



(YDH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id