Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio. DOK Kemenparekraf
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio. DOK Kemenparekraf

Pengembangan Destinasi Super Prioritas Tetap Dilanjutkan

Nasional pariwisata indonesia Kemenparekraf
Nur Azizah • 22 Juni 2020 18:07
Jakarta: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) tetap melanjutkan pengembangan destinasi super prioritas. Ada lima kawasan yang tengah dikembangkan sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Super Prioritas, yaitu Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang.
 
"Destinasi super prioritas tetap menjadi proyek strategis nasional dan kita semua di Kemenparekraf tetap melanjutkan persiapan destinasi super prioritas tersebut," kata Menparekraf Wishnutama Kusubandio di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur, Senin, 22 Juni 2020.
 
Pembangunan KSPN ditargetkan rampung akhir 2020. Ia berharap setelah vaksin ditemukan seluruh destinasi siap dikunjungi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi, kami tetap mempersiapkan itu sesuai dengan rencana yang kita persiapkan pemerintah persiapkan sejak awal sebelum covid-19," tutur dia.
 
Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan penyelesaian infrastruktur dan fasilitas di lima KSPN Super Prioritas berpengaruh terhadap peningkatan pemasukan devisa dari sektor pariwisata. Kementerian PUPR mencatat pengembangan Danau Toba mendapatkan porsi anggaran Rp1,5 triliun, Labuan Bajo Rp1,308 triliun, Borobudur Rp1,15 triliun, Mandalika Rp683 miliar, dan Manado-Bitung-Likupang Rp520 miliar.
 
Total pengembangan insfrastruktur dasar lima KSPN super prioritas tersebut mencapai Rp5,22 triliun. Untuk memastikan proses pengembangan infrastruktur selesai tepat waktu, Kementerian PUPR telah membentuk sejumlah balai di setiap lokasi.
 
Setelah PUPR menuntaskan sarana dan prasarana publik, pemerintah akan menggandeng pihak swasta untuk berinvestasi di lima KSPN Super Prioritas tersebut. Pelibatan pihak swasta dilakukan sebagai solusi kebutuhan investasi sektor pariwisata di setiap wilayah tersebut.
 

(REN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif