Mantan Ketua DPR Akbar Tanjung dalam acara Sarasehan Nasional KAHMI 'Demokrasi, Pemilu dan Keindonesiaan' di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta. Foto: Zakaria Habib/Medcom.id
Mantan Ketua DPR Akbar Tanjung dalam acara Sarasehan Nasional KAHMI 'Demokrasi, Pemilu dan Keindonesiaan' di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta. Foto: Zakaria Habib/Medcom.id

Sistem Proporsional Tertutup Dinilai Mencegah Kecurangan Pemilu

Nasional kecurangan pemilu
Zakaria Habib • 16 Oktober 2019 17:33
Jakarta: Mantan Ketua DPR Akbar Tanjung mengusulkan pemilihan legislatif menggunakan sistem proporsional tertutup. Sistem tersebut dinilai dapat mencegah terjadinya kecurangan pemilu.
 
"Karena Pemilu itu pesertanya partai-partai politik. Yang proporsional tertutup itu yang dipilih adalah partai-partai bukan calonnya," kata Akbar dalam acara Sarasehan Nasional KAHMI 'Demokrasi, Pemilu dan Keindonesiaan' di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu, 16 Oktober 2019.
 
Menurut dia, kecurangan masih banyak terjadi dengan sistem proporsional terbuka seperti di Pileg 2019. Kecurangan bersifat transaksional. Sebab, calon anggota legislatif harus bertarung untuk memperoleh suara terbanyak.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Suara terbanyak itulah yang menyebabkan banyak terjadi praktik-praktik yang bernuansa atau bersifat transaksional," kata Akbar.
 
Dengan sistem proporsional tertutup, kata Akbar, partai politik tak bisa sembarangan merekrut calon anggota legislatif. Partai politik harus mempertimbangkan masukan dari publik untuk mendapat calon anggota legislatif yang berkualitas.
 
"Dengan demikian yang jadi anggota DPR orang-orang yang benar-benar bisa diandalkan dan juga qualified," kata Akbar.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif