Awan tebal menaungi langit di sebagian wilayah Muarojambi, Jambi, Rabu, 20 November 2019. Foto: Antara/Wahdi Septiawan
Awan tebal menaungi langit di sebagian wilayah Muarojambi, Jambi, Rabu, 20 November 2019. Foto: Antara/Wahdi Septiawan

Perempuan Indonesia Aktif Dilibatkan Bahas Perubahan Iklim

Nasional perubahan iklim
Theofilus Ifan Sucipto • 07 Desember 2019 20:54
Madrid: Pemerintah Indonesia mempromosikan kesetaraan gender pada dunia dalam konferensi perubahan iklim ke-25 (COP25). Salah satunya bentuknya, perempuan dilibatkan dalam membahas dampak perubahan iklim.
 
"Bagi Indonesia ini bukan isu utama bagi peserta perempuan untuk aktif. Indonesia telah mengimplementasikan kesetaraan gender pada berbagai sektor," kata Penasihat Senior Menteri Koordinator bidang Kemaritiman untuk Perubahan Iklim Kartini Sjahrir di Gedung Ifema Madrid, Spanyol, Jumat, 6 Desember 2019.
 
Menurut dia, sebagian besar delegasi masih fokus untuk melibatkan perempuan soal perubahan iklim. Mereka berkutat untuk meningkatkan jumlah perempuan dalam proses internal United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Di Indonesia, program pemerintah terkait pengarusutamaan gender bahkan sudah pada perencanaan tingkat daerah," ujar Kartini.
 
Dia menjelaskan hal itu mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Nomor 31 Tahun 2017 tentang Pedoman Pengarusutamaan Gender Bidang LHK. Selain itu, Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar telah menandatangi kesepakatan dengan Kementerian Pemerdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
 
Kartini mengungkapkan ada sejumlah hal yang dilakukan Indonesia untuk melibatkan perempuan dalam pembahasan perubahan iklim. Pertama, meningkatkan basis data termasuk disagregasi data gender.
 
Langkah berikutnya adalah melestarikan kearifan tradisional, terutama untuk mengatasi keterbatasan ruang gerak perempuan. Hal ini mulai dari mendapat permodalan, pelayanan kesehatan, hingga pelatihan.
 
"Selanjutnya perlu proses inklusif untuk pemberdayaan perempuan dalam perubahan iklim." pungkas dia.
 

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif