Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Sugeng Suparwoto. Foto: dok. Antara
Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Sugeng Suparwoto. Foto: dok. Antara

Legislator Dorong Pembuatan Kebijakan Berbasis Riset

Nasional teknologi investasi Riset dan Penelitian DPR RI
Antara • 24 April 2022 10:51
Jakarta: Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Sugeng Suparwoto mendorong Indonesia meningkatkan formulasi penyusunan kebijakan dan regulasi berbasis riset dan sains. Dia mengatakan riset sebagai hal yang penting
 
“Sebagai sebuah negara, indeks hasil riset Indonesia justru termasuk rendah, produk-produk riset kita masih sangat rendah. Ini jadi tantangan kita semua,” kata Sugeng melalui keterangan tertulis dilansir Antara, Minggu, 24 April 2022.
 
Upaya penyusunan regulasi maupun kebijakan berbasis riset dan sains itu, diyakini akan menarik investasi jangka panjang dan berkelanjutan. Serta perlu menjadi perhatian besar bertepatan dengan momen Presidensi G20 dan B20 pada 2022.
 
Baca: Resmikan Fasilitas Riset BRIN, Wapres: Anggaran Pendidikan dan Riset Harus Ditambah
 
Catatan empat tahun terakhir data Kementerian Riset dan Teknologi menunjukkan total publikasi riset Indonesia sebanyak 161.928. Masih tertinggal dibandingkan Malaysia yang memproduksi 173.471 publikasi riset pada kurun waktu yang sama.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Padahal, kata Sugeng, riset dibutuhkan dalam banyak hal termasuk salah satunya regulasi dan kebijakan. Tujuannya supaya bisa mendongkrak lebih banyak investasi yang mengandung pengetahuan baru dan penerapan teknologi.
 
“Jadi idealnya kita tawarkan kepada investor-investor internasional berdasarkan data hasil riset. Riset kan bukan hanya sekadar perpustakaan, tapi bisa juga dalam bentuk eksplorasi, itu kan sama saja ekonomi berbasis riset, untuk mendapatkan kepastian, perihal cadangan, skala ekonominya,” jelas dia.
 
Indonesia, menurut dia, berpotensi besar menerima banyak manfaat dari penerapan kebijakan berbasis riset dan sains. Antara lain, terwujudnya ekosistem ekonomi yang lebih bersifat jangka panjang.
 
Kementerian PPN/Bappenas pada 2021 menekankan pentingnya hal tersebut, bahwa investasi saja tanpa adanya inovasi yang berbasis riset dan sains akan riskan. Atas dasar itu, penting bagi Indonesia memperkuat kebijakan berbasis riset dan sains, terlebih hasilnya sudah terlihat.
 
 
 
(DEV)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif